Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Israel Terkejut dengan Gencatan Senjata Mendadak Antara Amerika Serikat dan Iran

Oleh Redaksi 15
Rabu, 8 April 2026
Foto ilustrasi.(Freepik)

Foto ilustrasi.(Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Keputusan mengejutkan diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang secara resmi menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan mulai Rabu 8 April 2026. Langkah ini menghentikan sementara eskalasi perang yang telah berkecamuk sejak 28 Februari lalu dan dilaporkan membuat pihak Israel merasa sangat terpukul serta tidak menyangka.

Pemerintah Israel sendiri hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait berhentinya kontak senjata tersebut secara mendadak. Meski demikian seorang pejabat tinggi Israel yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa dari perspektif mereka perkembangan situasi diplomatik ini benar benar merupakan sebuah kejutan total yang tidak terprediksi.

Dunia Internasional: Israel Terkejut dengan Gencatan Senjata Mendadak Antara Amerika Serikat dan Iran

Iklan Indako SeputarSumut

Ketidaksiapan Israel ini didasari pada fakta bahwa hanya beberapa jam sebelum pengumuman gencatan senjata dilakukan Trump masih terus melontarkan ultimatum keras dan berbagai ancaman terhadap Teheran. Konsistensi retorika perang Amerika Serikat yang berubah drastis dalam waktu singkat memicu kebingungan di pihak sekutu terdekatnya tersebut.

Operasi militer di lapangan pun sebenarnya masih sangat aktif di mana Negeri Paman Sam baru saja melancarkan serangan udara terbaru ke Pulau Kharg yang menjadi target strategis mereka. Pada saat yang bersamaan militer Israel juga masih gencar membombardir sejumlah titik krusial di wilayah kedaulatan Iran.

Berdasarkan laporan Al Jazeera pejabat Israel tersebut mengeklaim bahwa pihak Amerika Serikat memberikan pemberitahuan yang sangat mendadak terkait adanya kesepakatan damai sementara ini. Hal ini memberikan kesan adanya komunikasi yang tidak selaras antara Washington dan Tel Aviv dalam pengambilan keputusan strategis di kawasan teluk.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Merespons perkembangan terbaru ini Israel diprediksi akan mengerahkan segala upaya diplomasi untuk mengubah pendirian Amerika Serikat agar kembali menyerang Iran. Otoritas Israel kemungkinan besar akan mencoba melobi Gedung Putih guna membatalkan perjanjian gencatan senjata yang dianggap merugikan posisi keamanan mereka.

Saluran berita Al Jazeera juga menyebutkan bahwa akan ada banyak manuver di balik layar yang dilakukan Israel untuk mendorong perubahan sikap pemerintahan Trump. Fokus utamanya adalah menggagalkan kesepakatan permanen yang mungkin muncul dari jeda pertempuran selama dua minggu ini.

Untuk saat ini jajaran pemimpin Israel diperkirakan masih menimbang nimbang langkah serta posisi tawar mereka dalam peta konflik yang berubah ini. Salah satu poin krusial yang sedang dikaji adalah apakah Israel memiliki kekuatan untuk menolak gencatan senjata secara mandiri jika Amerika Serikat dan Iran benar benar mencapai kesepakatan final.

Tercapainya gencatan senjata ini terjadi setelah Presiden Donald Trump setuju untuk menunda serangan lanjutan militer AS ke Iran dengan kompensasi pihak Teheran bersedia mulai membuka kembali akses di Selat Hormuz. Jalur perdagangan energi dunia tersebut menjadi kunci utama dalam proses negosiasi yang berlangsung sangat cepat ini.

Pihak Iran akhirnya menyatakan kesediaan mereka untuk duduk di meja perundingan dan membuka blokade Selat Hormuz setelah Trump menerima 10 poin tuntutan sebagai syarat utama. Penerimaan tuntutan tersebut dipandang oleh Teheran sebagai dasar yang kuat untuk menghentikan pertumpahan darah sementara waktu.

Iran mengklaim hasil ini sebagai sebuah kemenangan diplomatik lantaran Washington akhirnya tunduk pada 10 poin permintaan mereka. Di sisi lain Presiden Trump juga tidak mau kalah dengan mengeklaim kemenangan versinya sendiri dengan alasan bahwa tujuan militer Amerika Serikat sudah terpenuhi bahkan melampaui target awal.

Melalui unggahan di media sosial pribadinya Trump menegaskan bahwa ini akan menjadi gencatan senjata dua arah yang saling menguntungkan. Ia berdalih langkah ini diambil karena militer AS telah mencapai semua target yang ditetapkan dan kini berada di jalur yang tepat menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan ini diresmikan pada Selasa 7 April 2026 setelah konflik bersenjata berlangsung selama lebih dari satu bulan. Bagi rakyat Iran momen ini dianggap sebagai keberhasilan besar karena Amerika Serikat bersedia melunak dan menerima syarat perundingan yang diajukan oleh Teheran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberikan pernyataan resmi pada Selasa 7 April yang menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional selama periode dua minggu ini. Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk melanjutkan perayaan atas apa yang mereka sebut sebagai kemenangan terhadap agresi asing.

Abbas Araghchi selaku Menteri Luar Negeri Iran juga mengeluarkan rilis resmi mengenai detail teknis pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup total sejak operasi militer gabungan AS dan Israel dimulai. Ia menjelaskan bahwa selama dua minggu ke depan jalur aman di selat tersebut akan dimungkinkan melalui koordinasi ketat dengan Angkatan Bersenjata Iran.

Meskipun menyetujui gencatan senjata Presiden Donald Trump tetap pada narasinya bahwa Teheran lah yang mengajukan proposal perdamaian yang layak untuk dipertimbangkan. Ia merasa optimis bahwa waktu dua minggu ke depan akan cukup untuk merampungkan sebuah kesepakatan definitif dengan pihak Iran.

Trump menyampaikan keyakinannya melalui platform digital bahwa hampir seluruh poin perbedaan yang memicu ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini telah berhasil dijembatani. Ia menilai proposal 10 poin dari Iran merupakan landasan yang sangat masuk akal untuk digunakan dalam tahap negosiasi selanjutnya.

Berdasarkan rilis dari media semi pemerintah Iran Tasnim News Agency terdapat sepuluh tuntutan utama Iran yang akhirnya diterima oleh pemerintahan Trump. Poin pertama mewajibkan Amerika Serikat untuk berkomitmen menjamin prinsip non agresi terhadap kedaulatan Iran di masa depan.

Poin berikutnya menegaskan kontrol penuh dan berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz serta pengakuan internasional terhadap hak pengayaan uranium milik Teheran. Selain itu Iran menuntut pencabutan seluruh sanksi baik yang bersifat primer maupun sekunder yang selama ini menjerat ekonomi mereka.

Tuntutan lainnya mencakup pembatalan seluruh resolusi yang pernah dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB serta Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA terhadap Iran. Pihak Iran juga menuntut adanya pembayaran kompensasi atas segala kerusakan infrastruktur yang timbul akibat serangan militer baru baru ini.

Dua poin terakhir yang tidak kalah penting adalah permintaan penarikan seluruh pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah. Terakhir Iran mendesak penghentian perang di semua lini pertempuran termasuk penghentian agresi terhadap kelompok perlawanan Islam di Lebanon yang mereka dukung.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com