Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Istri-istri di Malaysia Ramai-ramai Gugat Cerai Suami, Kok Bisa?

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 5 April 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Seorang konselor pernikahan mengungkapkan kasus-kasus perceraian di Malaysia yang meningkat. Banyak pasangan-pasangan yang lebih tua memilih bercerai karena kecanduan ponsel dan media sosial, sehingga menyebabkan terputusnya komunikasi serta keintiman pasutri.

Konselor independen Hushim Salleh mengatakan bahwa setengah dari semua pasangan yang lebih tua di Selangor meningkat selama tiga tahun terakhir.

Dunia Internasional: Istri-istri di Malaysia Ramai-ramai Gugat Cerai Suami, Kok Bisa?

Iklan Indako SeputarSumut

Menurut Hushim, para istri sering mengeluhkan kurangnya interaksi karena suami-suami mereka sibuk bermain ponsel hampir sepanjang hari.

“Saya dapat mengatakan bahwa 90 persen dari waktu itu adalah istri yang akan meminta cerai. Para suami mereka hanya duduk dan bermain ponsel hampir sepanjang hari. Menurut Anda, apa yang dirasakan para istri? Kesepian,” terangnya yang dikutip dari South China Morning Post.

Hushim mengungkapkan kecanduan media sosial merupakan keluhan utama yang muncul selama sesi konselingnya. Dalam sebulan, ia bisa menangani antara tiga dan lima kasus keretakan rumah tangga di antara pasangan lanjut usia.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Menurut sebuah studi tahun 2024 oleh firma intelijen daring Meltwater dan agensi kreatif berbasis di AS We Are Social, ada lebih dari 28 juta akun media sosial unik di Malaysia. Itu mencakup sekitar 82 persen dari populasi negara yang berjumlah 34 juta jiwa tersebut.

Studi tersebut menemukan bahwa orang Malaysia menghabiskan rata-rata 2 jam 48 menit di media sosial dalam sehari. Media sosial yang paling banyak diakses adalah TikTok, dengan orang Malaysia yang bisa menghabiskan lebih dari 38 jam sebulan.

Di posisi kedua, adalah YouTube dengan sekitar 35 jam sebulan. Kondisi ini dialami oleh semua kelompok umur.

Hushim mengatakan kecanduan itu sangat parah, banyak pasangan tidak berkomunikasi satu sama lain hampir sepanjang hari. Salah satu pasangan biasanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk membuka ponsel, dan berbicara dengan pasangannya hanya untuk meminta kopi atau makanan.

“Ketika mereka datang untuk konseling, ternyata masalah itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Para istri akan mengeluh bahwa suami mereka tidak peduli bahwa mereka merasa stres secara emosional dan mental,” terang Hushim.

“Sampai pada titik di mana salah satu pasangan tidur di lantai atas dan yang lain tidur di lantai bawah, mereka makan terpisah. Para istri mengatakan tidak ada lagi keintiman, tidak ada pembicaraan yang penuh kasih sayang, dan tidak ada keintiman atau bahkan sentuhan untuk menunjukkan cinta. Jadi apa gunanya pernikahan?” sambungnya.

Menurut data dari departemen statistik, Malaysia mencatat lebih dari 57.800 perceraian pada tahun 2023. Dengan usia rata-rata perceraian adalah 38 tahun untuk pria dan 35 tahun untuk wanita.

Namun, Hushim mengatakan perceraian di antara pasangan lanjut usia bisa jadi sangat sulit diatasi. Sebab, usia mereka yang sudah lanjut dan mereka biasanya tidak memiliki banyak teman selama masa pensiun.(detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Kesiapan Pelaksanaan Jambore Daerah Sumut ke XI 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit Dioptimalkan
  • Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand
  • Sumut Catat Inflasi 0,23 Persen pada Juni, Kenaikan Harga Pertamax Terbendung Penurunan Harga Tomat
  • Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera Utara Tidak Berpotensi Tsunami Menurut BMKG
  • PGN SOR I Sumatra Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk 20 Yayasan Sosial Melalui Program Jumat Berbagi Berkah SHG
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com