Padang, SeputarSumut — Agenda Management Walkthrough (MWT) resmi dilaksanakan oleh jajaran Pertamina Patra Niaga sepanjang tanggal 1 sampai dengan 3 Juni 2026 di kawasan Sumatera Barat. Langkah peninjauan lapangan ini digulirkan sebagai wujud komitmen nyata dalam menjamin keandalan operasional, mengokohkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik, serta mengecek kesiapan infrastruktur energi dalam memfasilitasi rupa-rupa kebutuhan pasokan bagi khalayak luas.
Pelaksanaan aktivitas pengawasan langsung ini dipimpin secara penuh oleh Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso. Dalam kunjungannya, ia turut didampingi oleh Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, serta Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Sunardi, beserta segenap jajaran manajemen perusahaan terkait.
Berita Ekonomi: Jajaran Manajemen Pertamina Patra Niaga Laksanakan Management Walkthrough Guna Pastikan Keandalan Energi di Sumatera Barat
Destinasi dari rangkaian kunjungan kerja tersebut menyasar ke pelbagai unit sarana serta fasilitas energi yang beroperasi di Sumatera Barat. Objek pemeriksaan komprehensif ini mencakup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), jaringan agen LPG, stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPBE), hingga kawasan Integrated Terminal Teluk Kabung yang memegang kedudukan sebagai infrastruktur strategis dalam mendistribusikan pasokan BBM dan LPG di wilayah setempat.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, mengutarakan pandangannya bahwa aktivitas MWT ini menempatkan diri sebagai bagian penting dari instrumen pembinaan sekaligus fungsi pengawasan demi menggaransi agar mata rantai proses bisnis korporasi berjalan pada level yang paling optimal.
“Management Walkthrough menjadi sarana bagi manajemen untuk melihat secara langsung implementasi operasional di lapangan, mulai dari aspek keselamatan kerja, keandalan sarana dan fasilitas, hingga kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan perusahaan dapat terus menjalankan amanah dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, penegasan mengenai urgensi penerapan prinsip kepatuhan beserta sistem tata kelola pada seluruh sektor lini operasional perusahaan disuarakan oleh Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya.
“Selain memastikan keandalan operasional, kami juga ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis dijalankan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), aspek kepatuhan, serta standar HSSE yang berlaku. Komitmen terhadap tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” jelas Kadek.
Sepanjang bergulirnya peninjauan tersebut, unsur pimpinan manajemen juga melangsungkan sesi dialog interaktif bersama dengan para pekerja, jajaran mitra penyalur, hingga pihak pengelola sarana distribusi energi. Agenda diskusi ini diaplikasikan guna menyerap masukan langsung dari lapangan sekaligus mengawal implementasi standar operasional agar berjalan selaras ketentuan.
Pandangan strategis mengenai kedudukan Sumatera Barat dalam skema distribusi juga dijabarkan oleh Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi. Menurut dirinya, wilayah Sumatera Barat mengantongi peran yang krusial dalam struktur rantai pasokan energi di area Sumbagut, sehingga membutuhkan penguatan koordinasi serta pengawasan secara berkesinambungan.
“Kunjungan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memastikan keandalan infrastruktur energi, mulai dari terminal, SPBU, agen LPG hingga SPBE, agar dapat terus mendukung kebutuhan energi masyarakat secara optimal. Kami juga terus mendorong budaya keselamatan, kepatuhan, dan pelayanan prima di seluruh lini operasional,” ungkap Sunardi.
Melalui penyelenggaraan aktivitas Management Walkthrough ini, manajemen Pertamina Patra Niaga menaruh harapan besar agar dapat terus memacu indikator keunggulan operasional, memperkokoh tiang tata kelola internal perusahaan, serta menggaransi agar proses penyaluran energi ke tengah masyarakat berjalan secara lancar dan berkelanjutan.(REL/Siong)

