seputar-Labuhanbatu | Seusai dari Kabupaten Padang Lawas, Presiden Joko Widodo melanjutkan agenda kegiatan hari kedua kunjungan kerjanya di Provinsi Sumatera Utara dengan mengunjung Kabupaten Labuhanbatu.
Tiba di Lapangan Stadion Binaraga Rantauprapat dengan menumpang Helikopter Super Puma, kedatangan Jokowi disambut antusias ribuan warga masyarakat Labuhanbatu, Jumat (15/3/2024) siang.
Berita Ekonomi: Jokowi ke Labuhanbatu, Kunjungi Pasar Glugur & Bagikan Bansos Beras
Meski Jokowi dikawal ketat Paspampres, tidak menyurutkan warga untuk berusaha mendekat agar dapat bersalaman dan minta foto bersama.
Dari Lapangan Stadion Binaraga, Jokowi kemudian menaiki mobil menuju ke Pajak Glugur Rantauprapat.
Tiba di Pajak Glugur sekitar pukul 12.00 WIB, Jokowi disambut antusias para pedagang maupun pengunjung pasar. Jokowi pun dengan ramah menyapa mereka. Jokowi juga sempat membagikan kaos kepada warga.
Kunjungan Jokoi ke pasar tradisional tersebut untuk mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok kebutuhan masyarakat.
Jokowi tidak lama berada di Pajak Glugur. Setelah itu ia langsung bertolak menuju Masjid Agung Rantauprapat untuk melaksanakan Salat Jumat.
Usai Salat Jumat, Jokowi langsung mengunjungi Gudang Bulog di Jalan Dewi Sartika, Rantau Selatan.
Di sana ia membagikan bantuan beras cadangan pangan pemerintah atau bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Labuhanbatu.
Jokowi mengatakan bantuan ini akan terus berlanjut dengan melihat kondisi APBN.
“Setelah ini bantuan akan diberikan pada April, Mei, Juni. Kalau APBN-nya memungkinkan, setelah Juni akan dilanjutkan, tapi saya enggak janji ya. Nanti saya lihat lagi, APBN kira-kira cukup, diteruskan. Setuju ya,” ujarnya.
Jokowidodo yang didampingi Menteri Kesehatan, Kepala Bulog, Menteri PUPR, mengatakan mengurus beras untuk 270 juta penduduk Indonesia tidak gampang, sangat sulit. Kebutuhan beras untuk penduduk 270 juta setiap tahun sebanyak 31 juta ton.
“Untuk 31 juta ton, kalau produksi dari petani banyak ya kita tenang. Nah begitu kayak kemarin, musim keringnya panjang, ini nanti pasti nanamnya mundur atau basahnya terlalu, hujannya terlalu lebat, ada yang kena banjir. Kalau negara lain penduduknya 10 juta – 20 juta lebih mudah. Kita 270 juta, tersebar di 17. 000 pulau dari Sabang sampai Merauke,” kata Joko Widodo.
Sementara Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menyampaikan, bahwa bantuan pemerintah sangat penting dalam upaya menjaga stabilitas pangan dan menekan inflasi di daerah ini.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan berbagai bantuan pangan untuk masyarakat Sumut. Bantuan ini sangat penting bagi masyarakat Sumut, terutama dalam upaya menjaga stabilitas pangan dan menekan inflasi, serta mengantisipasi krisis pangan,” ujar Pj Gubernur Hassanudin usai mendampingi Presiden Jokowi di Labuhanbatu.
Hassanudin mengatakan, bantuan beras merupakan upaya yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi musim kemarau panjang yang diakibatkan badai El-Nino, dan berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ketersediaan beras Sumut mencapai 26.699 ton, daging ayam 35.630 ton, dan telur ayam sebanyak 73 juta kg. Pemprov Sumut bersama seluruh pihak terkait juga akan terus memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pasokan bahan pokok dan pangan yang cukup.
“Pemprov Sumut terus melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap stok pangan dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota se-Sumut,” katanya. (red)


