Medan, SeputarSumut — Pertumbuhan volume penumpang berhasil dicatatkan oleh Kereta Api (KA) Putri Deli sepanjang lima bulan pertama tahun ini, yang menegaskan posisi transportasi kereta api sebagai pilihan utama masyarakat Sumatera Utara karena efisiensi, ketepatan waktu, dan tarifnya yang ramah kantong. Catatan performa positif tersebut dikeluarkan secara resmi oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut).
Layanan KA Putri Deli untuk relasi Medan – Tanjungbalai (PP) tercatat telah melayani sebanyak 541.106 pelanggan selama periode Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan sebesar 2 persen atau mengalami penambahan sebanyak 12.801 pelanggan jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu, yang melayani sebanyak 528.305 pelanggan.
Berita Ekonomi: Jumlah Penumpang KA Putri Deli Medan-Tanjungbalai Tumbuh Dua Persen Sepanjang Januari sampai Mei 2026
Anwar Yuli Prastyo selaku Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara mengutarakan bahwa layanan KA antarkota yang paling diburu oleh masyarakat saat ini dipegang oleh KA Putri Deli.
“KA Putri Deli merupakan kereta api yang paling diminati oleh para pelanggan. Tingkat keterisian hariannya rata-rata mencapai 100 persen, baik saat hari kerja terlebih lagi pada saat akhir pekan maupun periode libur panjang,” ujar Anwar di Medan, Senin 15 Juli 2026.
Kontribusi yang luar biasa terhadap total volume penumpang di wilayah Sumatera Utara menjadi bukti nyata dari tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat terhadap operasional KA Putri Deli.
Pengguna KA Putri Deli menyumbang langsung sebesar 47 persen dari keseluruhan pelanggan yang menggunakan moda transportasi kereta api di Divre I Sumut selama Januari – Mei 2026 yang menyentuh angka 1.145.548 pelanggan. Melalui data tersebut, terlihat betapa vitalnya peran yang dimiliki kereta api ini dalam menghubungkan pusat ekonomi di Kota Medan menuju kawasan pesisir timur.
Aspek keterjangkauan tarif menjadi faktor utama yang memicu tingginya animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi ini. Tiket KA Putri Deli dibanderol dengan harga yang sangat ekonomis, yakni Rp27.000 untuk jarak terjauh, karena berstatus sebagai Kereta Api Public Service Obligasi (PSO) yang mendapatkan subsidi dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
“Dengan 3 kali jadwal keberangkatan dari Stasiun Medan dan 3 keberangkatan dari Stasiun Tanjungbalai setiap harinya, kami menghadirkan banyak pilihan waktu perjalanan yang fleksibel bagi pelanggan. Di samping itu, rute perjalanan ini sangat strategis karena membelah sekaligus menghubungkan berbagai kota dan kabupaten di sepanjang pesisir timur Sumatera Utara,” tambah Anwar.
Masyarakat diimbau oleh KAI Divre I Sumut untuk merencanakan perjalanan mereka secara matang mengingat tingkat okupansi yang selalu menyentuh angka 100 persen. Pemesanan tiket KA Putri Deli sudah dapat dilakukan sejak H-45 sebelum hari keberangkatan lewat aplikasi Access by KAI, situs resmi booking.kai.id, serta bermacam kanal penjualan mitra resmi KAI lainnya.
“Kehadiran KA Putri Deli tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi yang mengantarkan mobilitas para pelanggan antarwilayah di Sumatera Utara. Lebih dari itu, operasional kereta ini secara nyata menggerakkan roda ekonomi warga lokal melalui terciptanya kebutuhan angkutan lanjutan, hidupnya pelaku UMKM, hingga warung-warung di sekitar stasiun, sehingga mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi yang inklusif bagi setiap daerah yang disinggahinya,” pungkas Anwar.(Siong)

