Medan, SeputarSumut — Himbauan kepada seluruh penumpang untuk senantiasa menjaga atmosfer kenyamanan sepanjang perjalanan kereta api dilayangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut). Langkah ini dilakukan dengan mengajak publik menerapkan etika yang baik serta menumbuhkan sikap saling menghormati di antara sesama pengguna fasilitas transportasi publik.
Penyampaian ajakan tersebut selaras dengan terjadinya lonjakan pergerakan mobilitas masyarakat sepanjang masa libur panjang Hari Raya Waisak dan Hari Lahir Pancasila. Berdasarkan data rekapitulasi selama periode 30 Mei sampai dengan 1 Juni 2026, tercatat ada sebanyak 26.144 pelanggan yang memanfaatkan layanan angkutan kereta api di area kerja Divre I Sumatera Utara.
Berita Ekonomi: KAI Sumut Ajak Pelanggan Jaga Kenyamanan dan Etika Selama Perjalanan Libur Panjang 2026
Manager Hubungan Masyarakat Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, memberikan penjelasan bahwa tingkat kenyamanan sepanjang perjalanan tidak semata-mata dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas yang disediakan perusahaan. Faktor lain yang tidak kalah krusial adalah pola perilaku dari para pelanggan itu sendiri, baik sewaktu berada di area stasiun maupun saat berada di dalam rangkaian kereta api.
“Kereta api merupakan transportasi publik yang digunakan bersama. Karena itu, kenyamanan selama perjalanan dapat terwujud apabila seluruh pelanggan saling menghargai dan memperhatikan kenyamanan sesama,” ujar Anwar di Medan, Selasa 02 Juni 2026.
Pihak manajemen KAI meminta dengan sangat agar para pelanggan disiplin dalam menduduki kursi yang nomornya sesuai dengan yang tercantum pada lembar tiket masing-masing. Di samping itu, publik juga diimbau untuk mengontrol volume suara sewaktu berkomunikasi maupun saat mengoperasikan gawai elektronik, serta menata posisi barang bawaan dengan rapi agar tidak memangkas ruang gerak penumpang lainnya.
Bukan hanya itu saja, para pengguna jasa angkutan massal ini diharapkan ikut andil dalam memelihara kebersihan lingkungan selama bepergian. Hal itu dapat diwujudkan dengan cara membuang sisa sampah pada wadah yang sudah disiapkan atau menyetorkannya kepada kru ‘on train cleaning’ (OTC) yang secara rutin melintas di koridor gerbong untuk menjaga higienitas area kereta.
Berdasarkan penilaian Anwar, tindakan untuk saling menghargai dan konsisten menjaga situasi kondusif sepanjang perjalanan memegang peranan esensial dalam melahirkan pengalaman bepergian yang impresif bagi seluruh khalayak. Indikator tersebut dinilai sangat vital terutama pada momen-momen krusial di mana volume mobilisasi publik sedang berada di grafik tertinggi.
“KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang aman dan nyaman. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk turut berpartisipasi menjaga suasana perjalanan yang tertib, bersih, dan saling menghargai sehingga kereta api tetap menjadi pilihan transportasi yang nyaman bagi semua,” tutup Anwar.(Siong)

