Jakarta, SeputarSumut — Kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dipastikan akan semakin meningkat seiring rencana Presiden Donald Trump untuk mengirimkan kapal induk ketiga. Armada tempur tambahan tersebut dijadwalkan segera bertolak dalam waktu dekat melalui jalur lepas pantai Pulau Hatteras, North Carolina.
Kabar mengenai keberangkatan USS George HW Bush milik Angkatan Laut AS ini dikonfirmasi oleh laporan Fox News pada Jumat (6/3). Segala persiapan teknis kapal induk tersebut dinyatakan telah rampung pada Kamis (5/3) sebelum memulai perjalanannya menuju wilayah Mediterania Timur.
Dunia Internasional: Kapal Induk Ketiga AS Siap Meluncur ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan Global
Komandan Batalyon Bush, Kapten Robert Bibeau, menegaskan komitmen kesiagaan pasukannya dalam menanggapi situasi saat ini. Melalui pernyataan resmi yang dikutip dari USNI News, ia menyebutkan bahwa pihaknya sangat menyadari rekan-rekan prajurit mereka tengah bertugas di zona yang sangat berbahaya.
Lebih lanjut, Bibeau menjelaskan bahwa prioritas utama timnya adalah memberikan bantuan secara cepat dan efisien. Fokus operasional mereka mencakup penyediaan bantuan segera, baik itu untuk mengamankan superioritas udara, melakukan serangan, menjalankan perang elektronik, maupun sekadar menunjukkan eksistensi militer di wilayah konflik.
Berdasarkan informasi dari Anadolu Agency, armada USS George HW Bush tidak akan bergerak sendirian. Kapal induk raksasa ini bakal mendapatkan pengawalan ketat dari sejumlah kapal perusak berpeluru kendali serta diperkuat oleh puluhan pesawat tempur yang siap beroperasi.
Hingga saat ini, Amerika Serikat telah menyiagakan dua kapal induk lainnya yang aktif terlibat dalam konfrontasi dengan Iran di Timur Tengah. Di Laut Arab, kapal induk USS Abraham Lincoln terpantau sedang beroperasi secara intensif, sementara USS Gerald R. Ford ditempatkan di wilayah Laut Merah.
Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini telah memanas sejak pecah pada 28 Februari lalu. Dampak dari serangan masif yang dilancarkan pihak AS-Israel dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.000 nyawa di Iran, termasuk jatuhnya korban jiwa dari kalangan pelajar serta wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai bentuk respons, pihak Iran tidak tinggal diam dan telah melakukan serangan balasan ke berbagai titik pangkalan AS serta wilayah Israel di Timur Tengah. Selain serangan darat, Iran juga menyasar kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz yang diidentifikasi memiliki keterkaitan dengan pihak Amerika Serikat maupun Israel.(*/cnni)


