Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Kapal Nelayan Penangkap Cumi Tenggelam di Aru

Oleh Redaksi 15
Kamis, 5 Februari 2026
Foto: ilustrasi kapal karam.(Freepik)

ilustrasi kapal karam.(Freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Insiden kecelakaan laut menimpa sebuah kapal nelayan penangkap cumi yang dilaporkan tenggelam saat berada di sekitar perairan Pulau Wasir Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (2/2) sekitar pukul 08.00 WIT tersebut mengakibatkan tujuh orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

Lintas Nasional: Kapal Nelayan Penangkap Cumi Tenggelam di Aru

Iklan Indako SeputarSumut

Ricko, selaku pengurus perusahaan kapal, mengonfirmasi bahwa kapal yang mengalami musibah tersebut adalah KM Indo Perkasa 03 yang membawa total 16 orang awak kapal.

Beruntung, saat kapal mulai karam, sembilan ABK berhasil diselamatkan oleh KM Bahtera Nuh, sebuah kapal penangkap cumi lain yang kebetulan sedang melintasi area perairan tersebut, namun tujuh rekan mereka belum ditemukan.

Penyebab tenggelamnya kapal diduga kuat akibat terjangan gelombang laut setinggi empat meter yang muncul saat kapal tengah berlayar di tengah kondisi angin kencang.

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

Udin Ace yang bertindak sebagai nakhoda sempat berupaya meminta bantuan sesaat setelah kapal mereka mulai kemasukan air dalam jumlah banyak dan hampir tenggelam sepenuhnya.

“Total ABK termasuk nakhoda adalah 16 orang. Saat ini, sembilan korban selamat telah dievakuasi oleh KM Bahtera Nuh dan sudah diamankan di Polres Kepulauan Aru,” jelas Ricko saat memberikan konfirmasi pada Rabu (4/3).

Kronologi bermula ketika KM Indo Perkasa 03 dalam perjalanan pulang usai menangkap cumi tiba-tiba menghadapi cuaca ekstrem sekitar pukul 07.00 WIT.

Hanya dalam waktu singkat, gempuran gelombang tinggi membuat posisi KM Indo Perkasa 03 miring dan kehilangan keseimbangan pada pukul 07.30 WIT.

Kendati nakhoda terus berjuang menyelamatkan kapal yang terus dibanjiri air, upaya tersebut sia-sia karena kapal perlahan mulai tenggelam ke dasar laut sekitar pukul 08.00 WIT.

Seketika kapal tenggelam, seluruh awak memutuskan melompat ke laut demi menyelamatkan nyawa. Setelah berenang selama dua jam, sembilan orang akhirnya dievakuasi oleh KM Bahtera Nuh yang melintas pada pukul 10.00 WIT.

Pihak berwenang melalui Kepala Pos SAR Dobo, Glen Teupuring, menyatakan bahwa laporan resmi mengenai kecelakaan laut ini baru diterima pada Senin (2/2) sekitar pukul 23.30 WIT.

Segera setelah laporan masuk, tim SAR dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memulai operasi pencarian terhadap para korban yang hingga kini masih berstatus hilang.

“Kami menerima data kecelakaan ini pukul 23.30 WIT kemarin, dan tepat pukul 12.00 WIT hari ini tim langsung bergerak menuju lokasi untuk proses evakuasi dan pencarian,” ungkap Glen pada Rabu (4/2).

Hingga saat ini, Glen menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, BPBD, dan Polairud masih terus menyisir area perairan guna menemukan tujuh ABK tersebut.

Dukungan dari kapal-kapal pencari cumi lain yang berada di sekitar rute perairan tersebut juga sangat diharapkan oleh tim SAR untuk mempercepat proses penemuan korban.

“Harapan kami, para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tambah Glen dengan penuh harap.

Selain itu, ia memberikan imbauan tegas kepada seluruh nakhoda kapal penangkap cumi di wilayah Aru agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG, mengingat potensi gelombang setinggi empat meter masih menghantui perairan Maluku.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com