Jakarta, SeputarSumut – Sebanyak 40 orang dilaporkan tewas dan 115 lainnya mengalami luka-luka dalam tragedi kebakaran hebat yang menghanguskan sebuah bar di Crans Montana, Swiss. Insiden mematikan ini terjadi tepat saat warga dan turis tengah berkumpul untuk merayakan pesta pergantian tahun baru 2026 di kota resor ski mewah tersebut.
Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, mengonfirmasi jumlah korban yang sangat besar dalam keterangannya kepada kantor berita AFP pada Jumat (2/1/2026). Gisler merinci bahwa dari 115 korban luka, mayoritas di antaranya sedang berada dalam kondisi medis yang serius akibat dampak kebakaran tersebut.
Dunia Internasional: Kebakaran Bar di Swiss: 40 Tewas Saat Tahun Baru
Merespons bencana ini, Presiden Swiss Guy Parmelin turut menyampaikan pernyataan duka mendalam. Ia menegaskan bahwa kebakaran di resor ski internasional tersebut merupakan salah satu tragedi paling kelam dan terburuk yang pernah melanda negara Swiss sepanjang sejarah.
Penyebab pasti kobaran api hingga saat ini masih menjadi misteri, meskipun laporan media awal sempat menyebutkan adanya suara ledakan di lokasi kejadian. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka belum bisa menyimpulkan pemicu utama kebakaran dan masih mengategorikannya sebagai penyebab yang tidak diketahui.
Juru bicara kepolisian, Gaetan Lathion, menjelaskan bahwa tim penyidik baru saja memulai proses investigasi mendalam di tempat kejadian perkara. Mengingat Crans Montana adalah destinasi wisata populer bagi turis mancanegara, identifikasi korban dan pencarian fakta menjadi prioritas utama pihak berwenang saat ini.
Sebagai langkah penanganan pascabencana, otoritas setempat telah bergerak cepat dengan mendirikan saluran bantuan darurat. Gaetan menambahkan bahwa pusat penerimaan khusus juga sudah dioperasikan untuk memberikan dukungan dan informasi bagi keluarga korban yang terdampak oleh musibah besar ini.(*/dtk)


