Medan, SeputarSumut – Pada akhir pekan ini, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sumatera Utara (Sumut) terpantau mengalami kenaikan. Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, terutama di Deli Serdang dan wilayah dataran rendah lainnya, harga cabai merah ditransaksikan dalam rentang Rp60.000 hingga Rp75.000 per kg. Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan menunjukkan harga cabai merah telah mencapai Rp75.000 per kg.
Kenaikan harga menjelang akhir pekan ini juga melanda komoditas hortikultura lainnya, seperti tomat, buncis, dan wortel. Selain itu, harga cabai rawit juga terpantau menyentuh Rp48.000 per kg berdasarkan acuan PIHPS Kota Medan. Kondisi ini menyusul tren kenaikan yang sudah terjadi sejak awal November pada komoditas pangan sumber protein, yaitu daging ayam dan telur ayam.
Berita Ekonomi: Kebutuhan Pokok di Sumut Alami Kenaikan Signifikan
Analisis Ekonom: Bencana Pemicu Kenaikan Harga Tak Mampu Meredam Deflasi
Menanggapi fenomena fluktuasi harga ini, Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, memberikan pandangannya. Menurut Gunawan, meskipun beberapa harga naik, secara keseluruhan Sumut masih akan mencatat deflasi.
“Meskipun kita lihat ada bencana besar yang melanda Sumut dan memicu kenaikan harga pada sejumlah komoditas di akhir bulan, seperti cabai merah dan cabai rawit di beberapa lokasi, namun rata-rata harga di bulan November secara keseluruhan terpantau lebih rendah dibandingkan dengan sebulan sebelumnya,” ujar Gunawan Benjamin kepada media, Jumat (28/11/2025).
Komoditas Cabai dan Emas Penopang Deflasi
Proyeksi deflasi tersebut didukung oleh tren penurunan harga pada beberapa komoditas utama sepanjang bulan. Pada bulan ini, harga cabai merah anjlok sekitar 25% dalam sebulan terakhir, disusul harga cabai rawit yang turun sekitar 1,5%. Penurunan rata-rata harga juga terjadi pada komoditas pangan lainnya seperti tomat dan wortel, yang signifikan menyumbang deflasi. Selain itu, meskipun sempat mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, rata-rata penurunan harga emas juga berkontribusi pada deflasi.
Sebagai perbandingan, sepanjang November ini, harga bawang merah tercatat naik sekitar 4,7%, daging ayam naik rata-rata 3,5%, dan telur ayam naik sekitar 2,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Ketiga komoditas ini merupakan penyumbang inflasi utama pada bulan November.
Gunawan Benjamin menyimpulkan bahwa meskipun komponen inflasi hadir, tekanan deflasi lebih dominan.
“Dengan tren penurunan harga yang kuat pada cabai dan komoditas pangan lainnya, serta pelemahan harga emas secara rata-rata, secara keseluruhan Sumut diproyeksikan akan mengalami deflasi minimal 0,07% pada bulan November ini,” tegas Gunawan.(Siong)


