Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ekonomi

Kerangka Sampel Area (KSA) Produk Unggulan Statistik Produksi di BPS

Oleh Redaksi 15
Kamis, 26 Oktober 2023
Foto: Kerangka Sampel Area (KSA) Produk Unggulan Statistik Produksi di BPS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Kerangka Sampel Area (KSA) merupakan salah satu produk unggulan statistik produksi yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghasilkan data komoditas pangan yang lebh akurat, terukur dan penyajiannya lebih uptodate.

BPS mengembangkan alat atau metode ini untuk menghitung ketahanan pangan dari sisi produksi yang diharapkan penghitungan produksifitas lebih terukur dengan harapan pengukurannya lebih objektif sebab BPS langsung memotret dan mengamati fase tumbuh padi.

Berita Ekonomi: Kerangka Sampel Area (KSA) Produk Unggulan Statistik Produksi di BPS

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Demikian disampaikan Rita Herawaty Br Bangun, Statistisi Madya BPS Provinsi Sumatera Utara pada kegiatan Workshop Indikator Strategis untuk Insan Pers di Medan, Selasa (24/10/2023).

“KSA merupakan hasil kolaborasi bersama untuk peningkatan kualitas padi yang bertujuan memperbaiki metode pengumpulan padi menjadi lebih objektif karena ada peran teknologi di dalamnya serta menghasilkan data padi yang lebih akurat dan tepat waktu,”kata Rita dalam pemaparan materi bertajuk Mengenal Lebih Dekat KSA.

Menurut Rita, pengembangan KSA dilakukan untuk padi karena merupakan komoditas pangan yang dominan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain itu biayanya juga lebih efektif karena berbasis android, dapat dipertanggungjawabkan karena lebh akurat dan terukur serta penyajiannya lebih uptodate.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.770.000 Per Gram Setelah Sepekan Turun

KAI Bandara Layani Lebih Dari 84 Ribu Penumpang di Sumatera Utara Selama Libur Waisak dan Iduladha 2026

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

“Dengan metode KSA, BPS bisa menyediakan informasi potensi luas panen untuk 3 bulan kedepan. Ini merupakan perwujudan kolaborasi antar kementerian didukung pihak terkait lainnya,”sebut Rita.

Sebelumnya kata Rita untuk perhitungan produksi padi BPS masih menggunakan metode lama menggunakan angka ramalan (ARAM) metodologi Eye Estimate untuk penghitungan produksi padi atau komoditas pangan lainnya.

“Nah ketika itu dirasakan penghitungan seperti ini kurang akurat karena masih menggunakan metode Eye Estimate, maka dikembangkanlah suatu metode penghitungan berbasis teknologi. Di tahun 2016 kita telah melakukan pengujian penghitungan produksi padi mengunakan metode KSA. Ini sebagai salah satu upaya perbaikan dalam penghitungan produksi, BPS bekerja sama dengan kementerian terkait dalam mengembangkan metode KSA,”papar Rita.

Rita menjelaskan dalam mendukung ketahanan pangan, BPS berperan menghasilkan data indikator untuk monitoring ketahanan pangan dengan meyelenggarakann survei-survei. Selain itu BPS juga menghasilkan analisis, merumuskan kebijakan-kebijakan terkait pangan serta berupaya mewujudkan sistem satu data pangan sesuai Perpres No.39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia (SDI).

Kemudian kata Rita, BPS saat ini mendorong kolaborasi lintas Kementerian dalam menyediakan data satu pangan pertanian Nasional. Karenanya setiap kegiatan dilakukan BPS berupaya untuk melakukan kolaborasi lintas kementrian dan lembaga.

Dalam mendukung ketahanan pangan dari berbagai kegiatan survei dilaksanakan ada beberapa data yang dihasilkan untuk mendukung kebijakan terkait ketahanan pangan seperti data luas panen, produktivitas produksi, data distribusi perdagangan, publikasi harga produsen gabah atau beras.

” Dari data yang dihasilkan tersebut merupakan dasar untuk menyusun perumusan kebijakan terkait pangan,”tutur Rita.(Siong)

Tags: BPS Sumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sebanyak 1.092 Peserta Siap Ikuti MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.770.000 Per Gram Setelah Sepekan Turun
  • Film Colony Karya Sutradara Yeon Sang-ho Resmi Tayang di Bioskop Indonesia Mulai Juni 2026
  • Studi BMC Public Health Ungkap Posisi Tubuh Saat Buang Air Besar Lebih Pengaruhi Kesehatan Dibanding Jenis Toilet
  • Kebakaran Hanguskan 30 Rumah Warga di Tanah Tinggi Jakarta Pusat pada Kamis Dini Hari
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.