Jakarta, SeputarSumut – Dukungan tanpa syarat terhadap seluruh kebijakan serta keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin ditegaskan kembali oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Pernyataan tersebut muncul sebagai bentuk komitmen total Pyongyang terhadap Moskow dalam menghadapi dinamika global saat ini.
Relasi antara kedua negara dipandang sebagai hubungan yang “paling berharga” oleh Kim Jong Un, yang mengaku merasakan adanya ikatan persahabatan sejati dengan Putin. Hal ini disampaikan Kim melalui sebuah surat resmi yang dikutip oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat (9/1).
Dunia Internasional: Kim Jong Un Dukung Kebijakan Putin Tanpa Syarat
Kedekatan kedua pemimpin yang tampak semakin “mesra” dalam beberapa tahun terakhir semakin diperjelas melalui isi surat tersebut. Momentum ini menunjukkan betapa krusialnya aliansi strategis yang mereka bangun di tengah tekanan internasional.
Masa depan kerja sama antara Korea Utara dan Rusia diprediksi akan terus berlanjut secara erat di berbagai bidang. Kim menekankan dalam surat yang dikutip AFP tersebut bahwa sinergi kedua negara tidak akan terbatas pada satu sektor saja.
Pilihan untuk berdiri bersama Rusia dinyatakan Kim sebagai langkah yang bersifat konsisten dan permanen. Ia bersumpah akan selalu menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah yang diambil Putin demi kepentingan Rusia di masa mendatang.
Pesan yang dikirimkan Kim merupakan surat balasan atas pesan sebelumnya dari Vladimir Putin. Meski isi pesan dari pemimpin Rusia tersebut tidak dipublikasikan secara detail oleh media pemerintah Korea Utara, komunikasi ini menandakan dialog intens antar kedua negara.
Narasi tentang berbagi “darah, hidup, dan mati” dalam perang di Ukraina juga sempat diungkapkan Kim saat keduanya saling bertukar pesan Tahun Baru. Ungkapan ini mencerminkan kedalaman komitmen militer Korea Utara terhadap konflik yang melibatkan sekutunya tersebut.
Bantuan nyata telah diberikan Korea Utara dengan mengirimkan ribuan pasukan untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Keterlibatan personel militer ini terjadi saat konflik bersenjata tersebut kini hampir memasuki tahun keempatnya.
Pujian terhadap “persahabatan yang tak terkalahkan” juga datang dari sisi Vladimir Putin bagi hubungan bilateral ini. Menurut laporan KCNA, Moskow sangat menghargai posisi Pyongyang yang tetap setia sebagai mitra strategis.
Pasokan perangkat militer berupa peluru artileri, rudal, hingga sistem roket jarak jauh turut dikirimkan oleh Korea Utara untuk memperkuat armada Rusia. Hal ini menjadikan Pyongyang sebagai salah satu penyokong logistik tempur utama bagi Moskow.
Sebagai imbalan atas dukungan militer tersebut, para analis menyebut Rusia memberikan bantuan balasan berupa sokongan keuangan dan teknologi militer. Selain itu, Rusia juga memasok kebutuhan mendasar seperti pangan dan energi untuk membantu stabilitas ekonomi di Korea Utara.(*/cnni)


