Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Kondisi Sampah di Indonesia Sudah Darurat

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 21 Februari 2026
Foto: Sampah di Indonesia telah berada pada kondisi darurat.(Istimewa)

Sampah di Indonesia telah berada pada kondisi darurat.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Masalah limbah di tanah air kini telah mencapai titik kritis, sebagaimana ditegaskan oleh Direktur Induk Pengelolaan Sampah Kota Bandung, Elis Solihat, yang menyebut bahwa sampah di Indonesia telah berada pada kondisi darurat. Menurutnya, diperlukan langkah penanganan yang kolaboratif serta dilakukan secara masif untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kita melihat memang gerakannya harus masif, semua pihak harus bisa terjun langsung. Gerakan ini bisa dimulai dari rumah masing-masing melalui proses pemilahan,” ungkap Elis dalam sesi wawancara bersama PRO3 RRI pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Lintas Nasional: Kondisi Sampah di Indonesia Sudah Darurat

Iklan Indako SeputarSumut

Elis menekankan bahwa beban penyelesaian masalah sampah tidak boleh hanya ditumpukan kepada pemerintah daerah semata. Dibutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh lapisan, mulai dari otoritas pemerintah pusat hingga partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Presiden Prabowo pun telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk bersatu padu menangani isu ini secara terintegrasi dan serius. Inti dari manajemen sampah yang efektif pada dasarnya sangat bergantung pada kesadaran melakukan pemilahan langsung dari sumbernya.

Keberadaan teknologi pengolahan yang mutakhir sekalipun tidak akan memberikan hasil optimal jika tidak dibarengi dengan pemilahan. “Mesin dengan teknologi paling canggih tetap membutuhkan pemilahan sebagai dasar utamanya agar bisa beroperasi dengan baik,” jelas Elis menambahkan.

Berita Terkait

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Kemenko PMK dan BMKG Minta Pemerintah Daerah Perkuat Antisipasi Dampak El Nino Kuat 2026

Sebagai langkah nyata, pihaknya telah konsisten bergerak sejak tahun 2012 dengan menginisiasi serta membina berbagai bank sampah di lingkungan masyarakat. Program ini berfokus pada pemberian edukasi serta mendorong warga untuk aktif memilah serta meminimalisir volume sampah yang dihasilkan.

Timbunan sampah secara nasional sendiri diperkirakan mencapai angka 68,5 juta ton setiap tahunnya berdasarkan data yang ada. Komposisi tersebut didominasi oleh sampah organik, sementara sampah plastik tercatat menyumbang kontribusi sebesar 18,7 persen dari total volume.

Oleh karena itu, Elis mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah di lingkup rumah tangga dengan cara yang paling praktis. “Langkah paling sederhana adalah memisahkan antara jenis organik dan anorganik ke dalam dua wadah yang berbeda,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus bekerja keras merespons tantangan pengelolaan limbah ini. Upaya intensif tersebut dilakukan menyusul adanya kebijakan pembatasan kuota pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah berlaku sejak Oktober 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memaparkan bahwa saat ini kapasitas angkut sampah di wilayahnya terbatas pada angka sekitar 900 ton per hari. Hal ini menuntut pemerintah setempat untuk memastikan kelancaran seluruh proses distribusi agar tidak terjadi penumpukan.

“Kita harus memastikan kuota 900 ton ini tidak mengalami kendala. Jika sampai terjadi hambatan dalam prosesnya, antrean sampah di setiap TPS dikhawatirkan akan semakin menumpuk panjang,” pungkas Farhan dalam keterangan persnya pada Rabu, 12 November 2026.(*/rri)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com