Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Lewat Pertamax Green 95, Akademisi di Sumatera Utara Apresiasi Capaian Energi Pemerintah Kurangi Emisi Karbon

Akademisi Nilai Pertamax Green 95 Sebuah Capaian Strategis Pertamina Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Oleh Redaksi 15
Selasa, 11 November 2025
Foto: Kegiatan diskusi "Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dari Sudut Pandang Energi" di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/11/2025).(Foto:SeputarSumut.com)

Kegiatan diskusi "Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dari Sudut Pandang Energi" di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/11/2025).(Foto:SeputarSumut.com)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut – Sejumlah akademisi di Medan, Sumatera Utara mengapresiasi dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon demi mencapai target Net Zero Emission 2060, salah satunya melalui bahan bakar campuran etanol, yakni Pertamax Green 95.

Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin mengatakan, industri etanol bukan hanya menguntungkan perusahaan besar tetapi juga memperluas kesempatan kerja di level masyarakat. “Pengembangan etanol itu bukan hanya bicara mengenai industri yang terlibat. Ada loh masyarakat yang kembali bergairah untuk menanam tanaman-tanaman yang menghasilkan yang bisa dijadikan etanol,” ujar Gunawan dalam diskusi “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Dari Sudut Pandang Energi” di Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/11/2025).

Berita Ekonomi: Lewat Pertamax Green 95, Akademisi di Sumatera Utara Apresiasi Capaian Energi Pemerintah Kurangi Emisi Karbon

Iklan Indako SeputarSumut

Pertamax Green 95 dengan kandungan 5 persen Bioetanol (E5) telah dikomersilkan oleh Pertamina Patra Niaga selama dua tahun. Produk ini mengutamakan bahan baku dalam negeri dengan memanfaatkan molase (tetes tebu) yang diolah menjadi bioetanol fuel grade dari supplier lokal di Mojokerto, Jawa Timur.

Oleh karena itu, Gunawan berharap penguatan industri etanol akan menciptakan stabilitas harga komoditas pertanian, terutama tebu, singkong, jagung, dan bongkol jagung yang selama ini tak bernilai ekonomis tinggi. Pelibatan petani, pengepul kecil, dan pelaku UMKM diharapkan memperluas basis ekonomi lokal.

Dia menambahkan bahwa peningkatan penggunaan etanol berpeluang besar menekan impor energi yang selama ini membebani fiskal. Ia menegaskan perlunya pemerintah konsisten menjaga momentum transisi energi. “Jika etanol ditambah porsinya maka kebutuhan impor energi kita itu akan berkurang. Ada alokasi anggaran yang bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif lainnya,” ujarnya.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat

Senada dengan Gunawan, pakar energi Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio M.A., Ph.D., menyambut baik kebijakan pemerintah untuk menaikkan campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) dari 5 persen menjadi 10 persen pada 2025. Menurut dia, hal ini merupakan upaya strategis mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Tambahan 10 persen etanol di BBM dalam satu tahun ke depan saya kira itu bisa dicapai. Dengan tentu saja keseriusan pemerintah, dukungan pendanaan yang kuat,” ujar Warjio.

Warjio pun mendorong agar Sumatera Utara bisa menjadi opsi pemerintah untuk dijadikan lumbung bahan dasar etanol seperti di Jawa Timur, asalkan dibantu dengan penelitian dan pembangunan sumber daya yang cukup. Sebab dia menilai penambahan porsi etanol akan membawa dampak positif secara lingkungan maupun sosial.

“Research center and development kita harus kuatkan. Selama ini kan mungkin lumbungnya hanya di area tertentu. Tapi dengan penguatan research center–development, ini bisa akan terungkap sumber-sumber lain dari daerah lain. Sehingga memungkinkan sumber itu dieksplorasi, dan kepentingan negara serta masyarakat jadi bukan di satu tempat tertentu. Dikuatkan dengan partnership dengan universitas yang ada. Saya kira itu harus diperbanyak,” harapnya.

Sementara itu, pakar kebijakan publik dari USU, Fredick Broven Ekayanta, melihat kebijakan etanol dari sisi tata kelola dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi, kata dia, jika pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat untuk memproduksi etanol. Maka potensi lonjakan ekonomi di akar rumput dapat sangat signifikan.

“Ya pasti sangat baik. Karena kondisi geografis kita itu sangat mendukung untuk produksi etanol kan. Apalagi masyarakat kita banyak petani di sektor pertanian dan perkebunan. Kalau misalnya pemerintah kasih subsidi secara masif bagi mereka, bisa kan, karena sumber dayanya ada di kita,” ujar Fredick.

Namun, ia mengingatkan agar pemerintah menghindari dominasi kelompok bisnis besar dalam pengembangan etanol ini. Pemerintah harus menjalankan kebijakan yang pro rakyat dan menghindari dominasi korporasi besar. “Jangan kemudian pemainnya itu pengusaha besar lagi. Apalagi kalau dikerjakan dengan logika bisnis yang menurut saya bisnis as usual aja,” kata Fredick.(Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com