Jakarta, SeputarSumut – Faktor pemanasan global dan perubahan iklim turut memengaruhi pola cuaca saat ini, yang memicu lebih seringnya terjadi fenomena cuaca ekstrem. Hal ini disampaikan sebagai latar belakang kondisi atmosfer yang sedang tidak stabil.
Pembangunan yang masif memberikan dampak yang berbeda dibandingkan masa lalu meski curah hujan yang turun berjumlah sama. Menurut Ambun Dindang, Wakil Direktur Jenderal (Operasi) METMalaysia, potensi banjir sangat bergantung pada kondisi di lapangan, termasuk drainase dan kepadatan penduduk.
Dunia Internasional: Malaysia Siaga Banjir, Hujan Lebat hingga Kamis
Kondisi wilayah Pahang saat ini berada pada status “bahaya” yang merupakan level paling kritis. Distrik Rompin, Pekan, dan Kuantan diprediksi akan diguyur hujan sangat lebat tanpa henti oleh Badan Meteorologi Nasional Malaysia.
Seluruh wilayah Kelantan, Melaka, Selangor, Negeri Sembilan, hingga Putrajaya dan Kuala Lumpur juga tidak luput dari pantauan. METMalaysia telah mengeluarkan peringatan tingkat waspada untuk daerah-daerah tersebut guna mengantisipasi segala kemungkinan.
”Apakah suatu daerah akan banjir atau tidak, itu bergantung pada pembangunan dan perubahan sistem drainase yang ada,” ungkap Ambun dalam program Ruang Bicara Bernama TV, sebagaimana dikutip dari Malay Mail.
Peringatan cuaca berupa hujan lebat yang diprediksi akan berlangsung hingga Kamis (18/12) secara resmi dirilis oleh METMalaysia untuk sejumlah negara bagian. Instruksi ini menjadi acuan bagi warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada.
Risiko banjir di titik-titik rawan diperkirakan meningkat akibat curah hujan yang berkepanjangan. Informasi yang dilansir dari Malay Mail menyebutkan bahwa durasi hujan yang lama menjadi faktor utama ancaman luapan air.
Beberapa distrik lain juga masuk dalam kategori peringatan “parah” yang menunjukkan potensi hujan lebat kontinu. Wilayah tersebut meliputi Dungun dan Kemaman di Terengganu; Jerantut, Maran, dan Bera di Pahang; serta Kota Tinggi dan Segamat di Johor.
Sejumlah wilayah di Malaysia sebenarnya telah mulai terendam banjir akibat hujan lebat yang turun sejak November lalu. Fenomena musim hujan Timur Laut ini kian diperparah oleh faktor perubahan fungsi lahan dan padatnya pemukiman warga.(*/cnni)


