Jakarta, SeputarSumut – Rencana pembangunan sekolah darurat menggunakan tenda bagi siswa yang menjadi korban banjir di Sumatra diungkapkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski sarana pendidikan rusak.
Instruksi khusus telah diberikan Megawati kepada seluruh kader partai di wilayah terdampak untuk segera melakukan pendataan lapangan. Fokus utama dari instruksi tersebut adalah mendirikan tenda-tenda yang berfungsi sebagai ruang kelas bagi anak didik yang sekolahnya hancur diterjang banjir dan tanah longsor.
Sorot Politik: Megawati Akan Bangun Sekolah Tenda Korban Banjir
”Hal yang paling mendesak saat ini bukanlah bangunan sekolahnya, melainkan memastikan anak-anak didik masih memiliki tempat untuk belajar. Maka dari itu, saya akan bergerak cepat mendirikan tenda-tenda sebagai tempat mereka belajar,” ujar Megawati.
Arahan tersebut disampaikan Megawati di hadapan para kadernya saat menghadiri acara Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP yang berlangsung di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Jumat (19/12).
Informasi mengenai para siswa yang telah menyelesaikan ujian sekolah juga sudah diterima oleh Megawati. Menurutnya, keberadaan tempat belajar darurat sangat krusial agar anak-anak tidak tertinggal materi pelajaran di tengah situasi bencana.
”Tujuannya jelas agar mereka tidak ketinggalan pelajaran. Sangat disayangkan jika nanti saat ujian atau kenaikan kelas mereka terkendala, karena tidak mungkin menaikkan kelas siswa begitu saja tanpa ada proses belajar,” tuturnya.
Selain aspek pendidikan, Megawati memberikan perhatian mendalam terhadap isu kesehatan masyarakat di lokasi pengungsian. Ia menyoroti kerentanan para korban bencana terhadap serangan penyakit menular seperti diare.
Seluruh kader diminta untuk segera merespons kondisi kesehatan warga guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit di area terdampak. Megawati menegaskan pentingnya tindakan preventif di bidang medis bagi para korban.
”Saya mendengar tim dokter sudah mulai bergerak. Dulu saya selalu berusaha mencari dokter yang mau bekerja secara sukarela, karena memang banyak kendala untuk mengajak mereka. Namun, bagi saya yang terpenting adalah semangat kesukarelaan mereka untuk membantu,” pungkas Megawati.(*/cnni)


