seputar-Medan | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Sumatera Utara pada bulan Mei 2024 sebesar 4,26 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Karo sebesar 5,37 persen.
Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin mengatakan, pada bulan tersebut terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Sumatera Utara sebesar 4,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,10. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Karo sebesar 5,37 persen dengan IHK sebesar 108,05.
Berita Ekonomi: Mei 2024, Inflasi Tertinggi Terjadi di Kabupaten Karo 5,37 Persen
“Inflasi terendah terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 3,51 persen dengan IHK sebesar 105,89,”kata Nurul Hasanudin di Medan, Senin (03/06/2024).
Hasan menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,97 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,33 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,53 persen.
Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,85 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,73 persen; kelompok transportasi sebesar 0,80 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,14 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,69 persen.
BPS Sumut juga mencatat kenaikan indeks juga terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 1,54 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,42 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,99 persen. Untuk tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,48 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,98 persen.(Siong)

