Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Menipu Rp200 T, Taipan Vietnam Dihukum Mati

Oleh Redaksi 15
Jumat, 12 April 2024
Foto: Taipan Vietnam

Crazy rich asal Vietnam Truong My Lan divonis hukuman mati karena terlibat dalam kasus penipuan hingga Rp200,06 triliun. (AFP/STR)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Taipan asal Vietnam Truong My Lan dijatuhi hukuman mati karena terlibat kasus penipuan senilai US$12,5 miliar atau Rp200,06 triliun (kurs dolar Rp16.005 per dolar AS).

Dalam kasus yang disebut terbesar sepanjang sejarah itu, Lan dinyatakan bersalah atas penggelapan, penyuapan, dan pelanggaran peraturan perbankan.

Dunia Internasional: Menipu Rp200 T, Taipan Vietnam Dihukum Mati

Iklan Indako SeputarSumut

Perempuan 67 tahun itu secara ilegal mengendalikan Bank Komersial Saham Gabungan Saigon pada 2012 hingga 2022 untuk menyedot dana melalui ribuan perusahaan hantu dan menyuap pejabat pemerintah.

Al Jazeera memberitakan ia dinyatakan bersalah atas penggelapan, penyuapan dan pelanggaran peraturan perbankan dalam sidang terakhir di Kota Ho Chi Minh pada Kamis, (11/4/2024). Namun, pihak Lan bisa mengajukan banding atas putusan itu.

Akibatnya, jaksa menyita lebih dari 1.000 properti Lan. Nilai perampasan asetnya bahkan mencapai 3 persen produk domestik bruto (PDB) Vietnam pada 2022.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Sementara itu, Lan membantah tuduhan itu. Ia mengaku merasa putus asa hingga berniat bunuh diri.

“Dalam keputusasaan, saya memikirkan kematian. Saya sangat marah karena saya cukup bodoh untuk terlibat dalam lingkungan bisnis yang sangat sengit ini, sektor perbankan, yang hanya sedikit saya ketahui,” katanya.

Lan ditangkap pihak berwenang pada Oktober 2022. Sementara suaminya, investor Hong Kong Eric Chu Nap-Kee, masuk dalam 86 orang yang diadili setelah dituding membuat permohonan pinjaman palsu untuk menarik uang dari Bank Saigon.

Keponakan Lan, Truong Hue Van, yang merupakan CEO Van Thinh Phat, juga ikut diadili.

Pembawa acara podcast Vietnam Weekly, Michael Tatarski, mengatakan Lan dan keluarganya sangat tidak dikenal meskipun mereka kaya raya. Hanya sedikit informasi atau foto mereka yang tersedia untuk publik.

“Beberapa di antaranya sudah muncul sekarang, tapi sedikit yang diketahui tentang bagaimana dia bisa memperoleh kekayaan sebesar ini. Mereka sangat tertutup meski merupakan keluarga yang sangat kuat,” katanya.

Lantas siapa Truong My Lan?

Melansir South China Morning Post, Truong My Lan Lahir pada 1956 di keluarga yang sederhana. Ia hanya menyelesaikan pendidikannya di tingkat sekolah menengah atas.

Lan kemudian berjualan kosmetik bersama ibunya di Pasar Ben Thanh, Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Ibunya terus mengumpulkan aset demi mendukung Lan secara finansial.

Lan kemudian bertemu suaminya, Eric Chu Nap-kee pada 1992. Eric merupakan investor asal Hong Kong yang datang ke Vietnam ketika pemerintah komunis membuka perekonomiannya terhadap investasi luar.

Pada tahun yang sama, Lan mendirikan perusahaan Van Thinh Phat (VTP). Selama bertahun-tahun, VTP tumbuh menjadi salah satu perusahaan real estat terkaya di Vietnam.

Melansir AP, VTP terhubung dengan beberapa properti paling berharga di pusat Kota Ho Chi Minh, termasuk Times Square Saigon 39, Windsor Plaza HoteL, Capital Place 37 lantai, dan hotel bintang lima Sherwood Residence di mana Lan tinggal sampai penangkapannya. (cnnindonesia/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com