Jakarta, SeputarSumut — Pemerintah Indonesia mencatatkan pencapaian signifikan dalam pengelolaan dana haji dengan berhasil menekan total biaya perjalanan ibadah haji hingga Rp7 juta per jemaah selama periode dua tahun terakhir. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang menegaskan bahwa efisiensi tersebut merupakan hasil nyata dari kebijakan yang ditempuh pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penjelasannya pada sebuah siaran televisi nasional pada Senin malam (20/4/2026), Mochamad Irfan Yusuf memaparkan bahwa selama dua musim haji yang berlangsung di bawah kepemimpinan saat ini, pemerintah secara konsisten melakukan evaluasi harga hingga mencapai angka penurunan total sebesar Rp7 juta. Selain keberhasilan menekan biaya operasional, ia juga menyoroti adanya komitmen kuat dari pemerintah untuk mengalokasikan anggaran guna menutup kekurangan biaya operasional pada sektor penerbangan.
Lintas Nasional: Menteri Haji dan Umrah Klaim Biaya Haji Turun 7 Juta Rupiah dalam Dua Tahun Terakhir
Terkait proses persiapan tahun ini, Menteri Irfan mengakui adanya tantangan besar menyusul masa transisi pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru. Secara kronologis, kalender operasional haji dari Pemerintah Arab Saudi telah dimulai sejak bulan Juni. Sementara itu, kementerian ini baru secara resmi dibentuk pada Agustus dan pelantikan menteri baru dilakukan pada 8 September. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia sempat tertinggal sekitar tiga bulan dari garis waktu atau timeline yang ditetapkan otoritas Saudi.
Meskipun menghadapi kendala waktu di awal pembentukannya, sinergi antara kementerian dengan berbagai lembaga terkait dan DPR RI terbukti efektif dalam mengejar ketertinggalan tersebut. Kerja keras dari seluruh elemen kementerian, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, serta koordinasi intensif dengan Komisi VIII DPR RI, membuat seluruh tahapan teknis dapat diselesaikan tepat waktu. Hal ini memastikan keberangkatan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan tanpa hambatan berarti.
Menteri Haji dan Umrah juga memberikan pesan penyejuk bagi para calon jemaah agar mereka bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Beliau mengimbau masyarakat untuk tidak merasa cemas terhadap urusan teknis, karena pemerintah telah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Dukungan doa dari para jemaah beserta keluarganya sangat diharapkan agar penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini dapat terlaksana dengan lancar dan menjadi haji yang mabrur.
Berdasarkan jadwal keberangkatan resmi, para jemaah haji tahun 2026 sudah mulai memasuki asrama haji pada hari Selasa, 21 April 2026. Selanjutnya, pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama yang menuju Madinah akan dilaksanakan mulai hari Rabu, 22 April 2026. Sementara itu, rangkaian pemberangkatan untuk jemaah gelombang kedua yang mendarat di Bandara Jeddah menuju Makkah dijadwalkan akan dimulai pada 7 Mei 2026 mendatang.(*/cnni)


