Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Mesin Perahu Rusak, 60 Migran Tewas akibat Dehidrasi di Tengah Laut

Oleh Redaksi 15
Jumat, 15 Maret 2024
Foto: Peahu migran

Mesin perahu karet rusak, 90 migran tewas di Laut Mediterania (Foto: SOS Mediterranee)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-London | Setidaknya 60 migran tewas setelah perahu karet mengalami masalah di Laut Mediterania.

Ke-25 orang yang selamat dijemput oleh Ocean Viking, sebuah kapal yang dioperasikan oleh kelompok kemanusiaan SOS Méditerranée.

Dunia Internasional: Mesin Perahu Rusak, 60 Migran Tewas akibat Dehidrasi di Tengah Laut

Iklan Indako SeputarSumut

Mereka mengatakan kepada tim penyelamat bahwa mereka telah berangkat dari Zawiya di pantai Libya beberapa hari sebelum diselamatkan.

Mesin perahu tersebut rusak setelah tiga hari, menyebabkan perahu terapung tanpa memiliki makanan atau air.

Para penyintas mengatakan bahwa para korban termasuk perempuan dan setidaknya satu anak. Mereka diyakini meninggal karena dehidrasi dan kelaparan, bukan karena tenggelam.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

SOS Méditerranée mengatakan tim Ocean Viking telah melihat perahu tersebut, yang berangkat pada Jumat (8/3/2024) lalu, dengan teropong pada Rabu (13/3/2024) dan telah melakukan evakuasi medis bekerja sama dengan penjaga pantai Italia.

Dilaporkan bahwa para penyintas dalam kondisi kesehatan yang sangat lemah dan semuanya berada di bawah perawatan medis.

Dua di antara mereka, yang tidak sadarkan diri dan dalam kondisi kritis, telah diterbangkan ke Sisilia dengan helikopter untuk perawatan lebih lanjut, tambah kelompok itu.

23 orang sisanya masih berada di kapal Ocean Viking, bersama lebih dari 200 migran lainnya yang diselamatkan dari dua kapal lainnya.

Kapal tersebut sedang menuju pelabuhan Ancona, sekitar empat hari lagi, namun tim telah meminta pelabuhan yang lebih dekat agar aman.

“Orang-orang yang berada di kapal dalam keadaan kesusahan, tersesat di laut selama hampir seminggu, kehabisan air dan makanan dengan sangat cepat, menurut para penyintas,” kata juru bicara SOS Méditerranée di atas kapal.

“Orang-orang meninggal dalam perjalanan. Saya bertemu dengan seorang pria yang kehilangan istri dan bayinya yang berusia satu setengah tahun. Bayinya meninggal pada hari pertama, ibunya meninggal pada hari keempat. Mereka berasal dari Senegal dan berada di Libya selama lebih dari dua tahun,” lanjutnya.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan pekan lalu bahwa tahun 2023 adalah tahun paling mematikan bagi para migran sejak pencatatan dimulai satu dekade lalu, dengan setidaknya 8.565 orang meninggal dalam jalur migrasi di seluruh dunia.

Badan PBB tersebut mengatakan angka tersebut meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporannya menemukan bahwa penyeberangan Mediterania terus menjadi perjalanan paling berbahaya, dengan setidaknya 3.129 kematian dan orang hilang selama 2023. Ini menjadi jumlah korban tertinggi sejak 2017. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com