Jakarta, SeputarSumut – Penundaan penuaan ternyata bisa didapatkan dari kebiasaan rutin minum kopi, sebagaimana diungkapkan dalam studi terbaru yang menyoroti manfaat minuman ini, khususnya bagi penderita gangguan psikiatri berat.
Dalam riset yang dimuat oleh jurnal BMJ Mental Health, ditemukan fakta bahwa mengonsumsi kopi mampu memperlambat penuaan biologis, bahkan hasilnya setara dengan usia yang lima tahun lebih muda.
Pernik Ragam: Minum Kopi Rutin Dapat Menunda Penuaan
Telomer menjadi kunci dalam temuan ini, di mana bagian DNA pada ujung kromosom tersebut berperan vital sebagai pelindung sel dari risiko kerusakan.
Melansir informasi dari laman Medical News Today, tersedia penjelasan mendalam mengenai bagaimana mekanisme minum kopi dapat menghambat proses penuaan biologis seseorang.
Dampak positif minum kopi bagi kesehatan mental juga sangat signifikan, mengingat penderita skizofrenia, bipolar, atau depresi mayor cenderung memiliki telomer yang lebih pendek. Kondisi tersebut menandakan penuaan yang lebih cepat dengan risiko kematian dini hingga 15 tahun dibandingkan populasi umum.
Studi yang mengamati 436 partisipan dalam rentang usia 18-65 tahun ini menemukan bahwa konsumsi 3 hingga 5 cangkir kopi harian berkorelasi dengan panjang telomer yang setara dengan individu yang secara biologis berusia lima tahun lebih muda.
Hal yang kontras terlihat pada peserta yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali, di mana mereka menunjukkan tanda-tanda pemendekan telomer yang jauh lebih nyata.
Kandungan antioksidan kuat seperti trigonelin dan asam klorogenat diduga menjadi alasan utama kopi dapat melindungi DNA dari kerusakan serta meredam peradangan dalam tubuh.
“Kopi kaya akan senyawa bioaktif, terutama asam klorogenat dan trigonelin, yang berperan aktif sebagai antioksidan untuk menetralkan radikal bebas sekaligus mengaktifkan pertahanan sel guna melindungi DNA dari kerusakan oksidatif,” papar Michelle Routhenstein, ahli gizi penyakit jantung yang mengamati studi tersebut.
Routhenstein juga memberikan catatan bahwa efek positif ini lebih banyak dihasilkan oleh polifenol atau senyawa tumbuhan di dalam kopi, bukan dipicu oleh kafeinnya.
Walaupun menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan, para peneliti memberikan peringatan bahwa studi ini masih bersifat observasional sehingga hubungan sebab-akibat secara absolut belum bisa dibuktikan.
Oleh sebab itu, riset lanjutan masih sangat diperlukan untuk memperkuat kepastian peran kopi dalam memperlambat proses penuaan biologis manusia.
Terkait anjuran konsumsi, minum 3 hingga 5 cangkir kopi per hari diketahui dapat membantu penderita gangguan kejiwaan berat untuk menghambat penuaan dini yang sering menyertai kondisi medis mereka.
Penting untuk diingat bahwa khasiat ini hanya berlaku pada tingkat konsumsi yang moderat. Individu yang meminum kopi lebih dari lima cangkir setiap hari justru tidak merasakan efek perpanjangan usia biologis tersebut.
“Data kami menunjukkan adanya kaitan antara kopi dengan usia biologis yang lebih muda, namun manfaat itu akan sirna apabila kopi dikonsumsi secara berlebihan,” jelas Monica Aas, PhD, peneliti dari King’s College London, Inggris.
Risiko konsumsi berlebih juga diperingatkan oleh para peneliti karena dapat merusak kualitas tidur serta memicu stres oksidatif yang justru mempercepat kerusakan pada sel tubuh.(*/cnni)


