Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Netanyahu: Tak Ada yang Bisa Hentikan Kami!

Oleh Redaksi 15
Senin, 18 Maret 2024
Foto: PM Israel Benjamin Netanyahu menekankan tidak ada tekanan internasional yang bisa menghentikan Israel untuk menyerang Rafah.

PM Israel Benjamin Netanyahu menekankan tidak ada tekanan internasional yang bisa menghentikan Israel untuk menyerang Rafah.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan mereka akan tetap menyerang Kota Rafah, di selatan Gaza, Palestina, meski ada kekhawatiran internasional terhadap nasib warga sipil yang berlindung di sana.

Netanyahu menekankan bahwa “tidak ada tekanan internasional yang akan menghentikan kami untuk mewujudkan semua tujuan perang”.

Dunia Internasional: Netanyahu: Tak Ada yang Bisa Hentikan Kami!

Iklan Indako SeputarSumut

“Untuk melakukan hal ini, kami juga akan beroperasi di Rafah,” kata Netanyahu dalam rapat kabinet, mengutip AFP, Minggu (17/3).

Israel berulang kali mengancam akan melancarkan serangan darat terhadap Hamas di Rafah. Wilayah tersebut kini menjadi tempat tinggal bagi hampir 1,5 juta warga Gaza yang sebagian besar mengungsi di dekat perbatasan Mesir.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya mendesak Israel “atas nama kemanusiaan” untuk tidak melancarkan serangan ke Rafah. Ia juga memperingatkan “bencana kemanusiaan ini tidak boleh dibiarkan semakin parah”.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Amerika Serikat, sekutu Israel, yang memberikan bantuan militer miliaran dolar juga mengatakan mereka tidak dapat mendukung operasi Rafah tanpa “rencana yang kredibel, dapat dicapai, dan dapat dieksekusi” untuk melindungi warga sipil.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Washington, Netanyahu turut mengkritik pemimpin Senat AS yang mendesak pemerintah Israel untuk mengadakan pemilihan umum baru. Menurut dia pernyataan itu “sama sekali tidak pantas.”

“Kami bukan republik pisang,” kata Netanyahu merespons pernyataan Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer.

Schumer merupakan orang Yahudi Amerika dengan jabatan tertinggi dalam sejarah. Schumer sebelumnya juga menyebut Netanyahu sebagai penghalang perdamaian.

Para utusan internasional berencana untuk bertemu di Qatar dalam waktu dekat untuk menghidupkan kembali pembicaraan yang macet untuk gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera.

Sebuah proposal Hamas menyerukan penarikan mundur Israel dari “semua kota dan wilayah berpenduduk” di Gaza selama gencatan senjata selama enam minggu dan lebih banyak bantuan kemanusiaan, menurut seorang pejabat dari kelompok Palestina tersebut.

Israel berencana menghadiri perundingan tersebut, dengan para anggota kabinet yang akan “memutuskan mandat delegasi yang bertanggung jawab atas negosiasi sebelum keberangkatannya ke Doha”, kata kantor Netanyahu, tanpa memberikan tanggal kapan mereka akan berangkat.

Belum ada gencatan senjata dalam pertempuran tersebut, dan sedikitnya 92 orang tewas dalam 24 jam terakhir, kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas itu mengatakan pada hari Minggu.

Korban tewas termasuk 12 anggota keluarga yang rumahnya dihantam di Deir al-Balah, Gaza tengah. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com