seputar-Jakarta | Otoritas Rusia mengupdate jumlah korban tewas akibat penembakan massal yang dilakukan sekelompok teroris di gedung konser Crocus City Hall, dekat ibu kota Rusia, Moskow, Jumat (223/2024) waktu setempat telah menembus angka 115 orang.
Melansir CNN Indonesia, Komite Investigasi Rusia mengatakan, seiring dengan berlanjutnya pekerjaan di lokasi tersebut, jumlah korban tewas dalam serangan tersebut kemungkinan akan meningkat.
Dunia Internasional: Ngeri! Korban Tewas Penembakan Massal di Moskow Tembus 115 Orang
Sejauh ini baru 37 orang yang tewas dalam serangan itu yang nama-namanya dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan pemerintah daerah.
Dalam salah satu kesaksian, seorang perempuan di Instagram mengaku selamat lantaran berpura-pura mati.
“Mereka (para penyerang) berdiri di sana, di pintu keluar. Kami bangkit dan mulai berjalan. Mereka melihat kita. Beberapa dari mereka berlari kembali dan mulai menembaki orang-orang. Aku terjatuh ke lantai dan berpura-pura mati. Dan gadis di sebelahku terbunuh.”
“Kemudian api berkobar dan mereka menutup pintu. Mereka mungkin tidak bisa menguncinya. Aku berbaring bernapas di bawah pintu. Setelah beberapa lama, saya merangkak keluar, melihat sekeliling, ada asap dimana-mana, dan saya merangkak menuju pintu keluar,” tutur dia.
Kementerian Darurat Rusia mengungkap pembersihan puing-puing di lokasi kejadian pun dilakukan oleh hampir 500 personel, Sabtu (23/3).
“Pada pagi hari, mereka memulai pembongkaran bagian yang paling sulit: auditorium, di mana sebagian langit-langitnya runtuh,” kata kementerian. “Pekerjaan akan dilakukan sepanjang hari.”
Kremlin pun membatalkan acara massal yang dijadwalkan pada hari Sabtu dan Minggu, menurut media pemerintah RIA Novosti, dan banyak museum ditutup sementara.
Media pemerintah Rusia menerbitkan gambar dan video pada hari Sabtu yang menunjukkan antrian di pusat donor darah di Moskow setelah serangan hari Jumat.
Banyaknya korban tewas itu lantaran penembakan terjadi saat konser. ISIS mengaku bertanggung jawab di balik insiden itu.
Sebelumnya, sebuah ledakan dilaporkan terjadi dalam serangan ke gedung konser tersebut sehingga menimbulkan kebakaran besar yang melahap sepertiga bangunan tersebut, demikian dilaporkan kementerian penanganan situasi darurat Rusia.
Media Rusia melaporkan bahwa karena kebakaran tersebut, sebagian bangunan Crocus City Hall runtuh.
Serangan tersebut terjadi kala kelompok musik setempat Piknik akan tampil. Kelompok musik tersebut dilaporkan selamat.
Kejaksaan Agung Rusia menyebut sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba melancarkan tembakan sebelum konser dimulai. Sementara itu, komisi penyelidikan setempat menyatakan kejadian tersebut sebagai “serangan teroris”.
Sementara itu, lebih dari 100 orang berhasil dievakuasi dari bangunan tersebut, dengan banyak pengunjung gedung konser lainnya menunggu dievakuasi di atap bangunan.
Pasukan khusus, polisi, dan dinas pemadam kebakaran setempat, serta sekitar 50 mobil ambulans, langsung diterjunkan ke lokasi untuk memulihkan keamanan dan menolong para korban.
Merespons serangan tersebut, otoritas Moskow seketika meningkatkan pengamanan. Warga kota digeledah sebelum diizinkan masuk ke sejumlah fasilitas publik, seperti stasiun kereta bawah tanah.
Hal tersebut dilakukan menyusul laporan bahwa pelaku penembakan berhasil melarikan diri.
Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyatakan Presiden Vladimir Putin terus menerima informasi terbaru terkait serangan itu.
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga menyerukan seluruh pelaku dieksekusi mati dan seluruh keluarganya diperiksa.
Sementara itu, Gubernur Oblast Moskow Andrey Vorobyov mengumumkan sebuah gugus tugas akan didirikan untuk menangani peristiwa itu.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin menyatakan belasungkawa terhadap korban tewas maupun luka-luka dalam serangan teroris itu.
“Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Crocus City Hall hari ini. Saya berbelasungkawa terhadap para keluarga korban. Saya juga sudah memerintahkan supaya semua hal yang diperlukan diberikan kepada mereka yang cedera,” kata Sobyanin.
Sobyanin juga memerintahkan pembatalan seluruh acara konser di daerahnya sepanjang akhir pekan. (cnnindonesia/antara/ss)


