Medan, SeputarSumut – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga di tengah berbagai dinamika global. Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers RDK bulanan secara daring, Kamis (4/9).
Menurut Mahendra, kondisi ini didukung oleh perbaikan kondisi likuiditas global yang juga mendorong masuknya aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. OJK mencatat, perekonomian domestik Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang solid, yang juga diikuti dengan pertumbuhan positif pada penyaluran kredit di sektor jasa keuangan.
Berita Ekonomi: OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Aman di Tengah Dinamika Global
Kondisi ekonomi global, kata Mahendra, saat ini menunjukkan perkembangan yang beragam. Laporan terbaru International Monetary Fund (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,0 persen di tahun 2025. Revisi ini didorong oleh beberapa faktor, seperti perbaikan kondisi likuiditas global dan kebijakan fiskal yang akomodatif.
Meskipun ekonomi AS masih stabil, Tiongkok justru mengalami perlambatan akibat sentimen konsumen yang menurun. Sementara itu, di Eropa, pertumbuhan masih tertahan meskipun permintaan domestik tetap solid.
Di dalam negeri, Mahendra menegaskan bahwa sektor jasa keuangan menunjukkan kinerja yang sangat baik. Pasar modal mencatat rekor tertinggi pada Agustus 2025, meskipun ada sedikit volatilitas dalam sepekan terakhir. Hasil penilaian OJK juga menunjukkan bahwa tingkat likuiditas dan solvabilitas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) berada pada level yang memadai.(Siong)

