Jakarta, SeputarSumut — Gangguan sirkulasi darah sering kali memicu pembengkakan pada anggota gerak bawah sehingga penderita diabetes sangat penting untuk memahami cara penanganan kondisi ini. Aliran darah yang tidak optimal biasanya berakar dari kerusakan pembuluh darah kecil akibat paparan kadar gula darah tinggi dalam durasi yang lama.
Efek dari hambatan aliran tersebut adalah terjadinya retensi cairan pada jaringan tubuh tertentu. Hal inilah yang memicu munculnya tumpukan cairan di area kaki, tungkai bawah, hingga pergelangan kaki. Dalam istilah medis, kondisi penumpukan cairan berlebih di dalam jaringan tubuh ini disebut sebagai edema.
Pernik Ragam: Panduan Lengkap Cara Mengatasi Kaki Bengkak bagi Penderita Diabetes Secara Alami
Penting untuk dicatat bahwa diabetes bukan satu-satunya faktor pemicu edema. Beberapa orang mungkin mengalami kaki bengkak setelah duduk dalam waktu yang terlalu lama, mengonsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi, atau karena adanya indikasi masalah kesehatan lainnya.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber kesehatan, berikut adalah beberapa langkah efektif untuk mengatasi kaki bengkak bagi penderita diabetes:
Memakai kaus kaki kompresi
Langkah ini bertujuan memberikan tekanan yang terukur pada area kaki dan tungkai agar sirkulasi darah kembali lancar. Mengutip data Healthline dari studi tahun 2017, tekanan yang dihasilkan mampu menangkal penumpukan cairan di area pergelangan kaki. Disarankan untuk memakainya pada siang hari dan melepaskannya saat hendak beristirahat malam.
Mengatur posisi kaki agar lebih tinggi dari jantung
NHS menyarankan untuk mengangkat kaki saat posisi berbaring atau duduk guna mereduksi cairan yang menumpuk di area bawah. Teknik ini membantu cairan di kaki mengalir kembali menuju sistem peredaran darah pusat. Penggunaan bantal sebagai ganjalan saat tidur atau penggunaan bangku kecil saat duduk sangat dianjurkan.
Melakukan aktivitas fisik secara rutin
Kadar gula darah yang stabil dan sirkulasi darah yang lancar dapat dicapai melalui olahraga yang konsisten. Pilihlah jenis olahraga ringan seperti berenang, jalan santai, atau bersepeda. Aktivitas ini sangat efektif mengurangi risiko bengkak akibat tubuh yang kurang bergerak. Target idealnya adalah 150 menit dalam sepekan atau sekitar 30 menit setiap harinya.
Mengontrol berat badan agar tetap ideal
Tekanan pada pembuluh darah kaki dapat dikurangi jika seseorang menjaga berat badan pada angka yang sehat. Selain menjaga kestabilan gula darah dan meminimalisir kerusakan pembuluh darah, berat badan ideal juga melindungi diri dari komplikasi jantung serta gangguan sendi.
Menjaga hidrasi tubuh dengan air putih
Tubuh yang cukup cairan justru akan lebih baik dalam mengatur keseimbangan cairan internal. Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan yang memperparah pembengkakan. Namun bagi pasien diabetes yang memiliki komplikasi ginjal atau jantung, konsultasi dengan dokter terkait batasan volume minum tetap diwajibkan.
Membatasi asupan garam
Penumpukan cairan dapat semakin parah jika konsumsi natrium terlalu tinggi. Penderita diabetes sebaiknya menghindari makanan kaleng, camilan asin, dan produk olahan. Sebagai alternatif rasa, gunakanlah bumbu alami seperti paprika, oregano, atau bawang putih untuk mengurangi penggunaan garam.
Memberi jeda saat duduk lama
Sirkulasi darah di area kaki bisa terhambat jika Anda terlalu lama dalam posisi duduk. Sebagai upaya pencegahan, lakukan peregangan atau berjalan kaki singkat setiap satu jam sekali untuk memastikan aliran darah tetap aktif.
Mencukupi kebutuhan mineral magnesium
Magnesium memegang peranan vital dalam mengatur gula darah dan fungsi saraf tubuh. Defisit mineral ini diketahui bisa menjadi faktor pemicu terjadinya retensi cairan pada jaringan tubuh.
Terapi rendam kaki dengan garam epsom
Sensasi tidak nyaman dan pembengkakan bisa diredakan dengan merendam kaki dalam air hangat yang dicampur garam Epsom. Namun, kewaspadaan ekstra diperlukan bagi penderita diabetes karena sensitivitas saraf yang menurun bisa membuat kaki sulit merasakan suhu air. Pastikan air tidak terlalu panas dan tidak ada luka terbuka pada kaki sebelum merendam.
Anda perlu segera berkonsultasi dengan tim medis jika pembengkakan muncul mendadak, terasa makin berat, atau hanya menyerang satu sisi kaki saja. Gejala seperti itu bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius seperti penggumpalan darah di pembuluh vena, gangguan ginjal, atau masalah jantung.
Pada dasarnya, penanganan kaki bengkak pada penderita diabetes merupakan upaya kombinasi antara meredakan gejala fisik, menjaga kesehatan pembuluh darah, serta mengontrol kadar gula darah secara disiplin.(*/cnni)


