Jakarta, SeputarSumut – Pada hari Jumat (21/11), Paus Leo menyampaikan pesan yang sangat jelas kepada sekitar 15.000 remaja di Amerika Serikat (AS) selama sesi tanya jawab: meskipun kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah alat yang bermanfaat untuk proses belajar, para pelajar tidak boleh menggunakannya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) mereka.
Dalam acara yang merupakan yang pertama dalam enam bulan masa kepausannya, Paus Leo yang juga merupakan Paus AS pertama berbicara dengan kaum muda AS selama sekitar 40 menit.
Dunia Internasional: Paus Leo Peringatkan Pelajar AS: Dilarang Gunakan AI untuk PR
Berbicara melalui siaran video langsung dari Vatikan ke konferensi pemuda Katolik nasional di Indianapolis, Indiana, pemimpin umat Katolik sedunia ini menyampaikan pandangannya bahwa AI kini “menjadi salah satu fitur penentu zaman kita.” Paus menekankan perlunya penggunaan teknologi ini secara bertanggung jawab.
”Menggunakan AI secara bertanggung jawab berarti menggunakannya dengan cara yang membantu Anda berkembang,” kata Paus, sebagaimana dilansir oleh Reuters (22/11). Ia kemudian menambahkan peringatan, “Jangan memintanya melakukan pekerjaan rumah Anda untuk Anda.”
Selain isu AI, Paus Leo juga menjawab berbagai pertanyaan lain, termasuk tentang cara mencari teman di sekolah dan mengenai iman Katolik.
Secara singkat, Paus Leo juga menyinggung topik politik. Belakangan ini, Paus semakin vokal dalam meningkatkan kritiknya terhadap kebijakan anti-imigrasi yang diusung oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam konteks tersebut, dia mengatakan Yesus menghendaki umat Kristiani menjadi “orang yang membangun jembatan, bukan tembok.” Pernyataan ini secara jelas menggemakan salah satu kritik keras yang pernah disampaikan oleh mendiang Paus Fransiskus kepada Trump.
”Tolong berhati-hatilah untuk tidak menggunakan kategori politik untuk berbicara tentang iman, untuk berbicara tentang Gereja,” ujar Paus Leo memberikan nasihat kepada kaum muda.
Dia menegaskan bahwa “Gereja tidak termasuk dalam partai politik mana pun.” Paus Leo menyambung, “Sebaliknya, dia membantu membentuk hati nurani Anda… sehingga Anda dapat berpikir dan bertindak dengan kebijaksanaan dan kasih.”(*/cnni)


