Jakarta, SeputarSumut – Hingga saat ini, upaya pencarian terhadap Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia CF, beserta kedua putra laki-lakinya masih terus dilakukan setelah kapal pinisi yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, NTT. Ketiga warga negara Spanyol tersebut belum ditemukan sejak insiden maut yang terjadi di kawasan wisata populer tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa Tim SAR gabungan telah memutuskan untuk menambah durasi operasi pencarian selama tiga hari ke depan guna memaksimalkan penyisiran. Langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap proses penyelamatan yang telah berjalan di lapangan.
Lintas Nasional: Pelatih Valencia CF Martin Carreras Belum Ditemukan
Operasi SAR resmi diperpanjang mulai tanggal 2 hingga 4 Januari 2026 sebagai komitmen untuk menemukan para korban. Keputusan krusial tersebut disepakati dalam pertemuan seluruh unsur Tim SAR gabungan yang berlangsung di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Kamis malam.
Basarnas juga mempertimbangkan aspek diplomatik dalam perpanjangan misi ini, menyusul adanya surat resmi dari Duta Besar Spanyol yang dikirimkan pada akhir Desember lalu. Selain permintaan dari pihak kedutaan, perpanjangan operasi ini didorong oleh rekomendasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
Keluarga korban yang datang langsung dari Spanyol kini telah bergabung dengan tim evakuasi untuk memantau pencarian di sekitar Selat Pulau Padar pada Kamis (1/1/2026). Dengan menggunakan kapal cepat milik Polri, mereka dibawa menuju lokasi koordinat tepat saat kapal pinisi tersebut tenggelam pada malam 26 Desember lalu.
Keluarga menyaksikan sendiri betapa ekstremnya kondisi alam di lokasi kejadian, di mana arus dan gelombang laut sering kali berubah secara mendadak. Meski di beberapa titik permukaan laut terlihat tenang, namun ancaman arus deras di bawah permukaan menjadi tantangan berat bagi tim penyelamat.
Fenomena alam yang tidak menentu di Selat Pulau Padar ini dibenarkan oleh Budi Widjaja selaku Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo yang menyebut adanya anomali cuaca di kawasan tersebut. Ia menjelaskan bahwa perairan yang awalnya tampak tenang bisa tiba-tiba berubah menjadi gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran.(*/cnni)


