seputar-Medan | PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Medan memperkirakan puncak arus balik dari Pelabuhan Belawan dengan kapal KM Kelud pada 18 April 2024 atau sekitar seminggu setelah Idul Fitri 1445 Hijriah.
“Kami memperkirakan puncaknya pada 18 April 2024 karena sampai hari ini, sudah ada kurang lebih 2.800 penumpang yang memesan tiket untuk berangkat dari Pelabuhan Belawan pada tanggal itu,” ujar Kepala Cabang PT Pelni Medan Biwa Abi Laksana di Medan, dikutip Jumat (12/4/2024).
Info Medan: Pelni Perkirakan Puncak Arus Balik di Pelabuhan Belawan pada 18 April 2024
Untuk itu, Biwa melanjutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait seperti Dinas Perhubungan Sumut, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Belawan, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Polri dan TNI.
Hal tersebut, kata dia, dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Biwa mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Polres Pelabuhan Belawan juga telah mengetes urine awak kapal KM Kelud pada Sabtu (6/4/2024) dengan hasil semuanya negatif narkoba.
“Di kapal, nantinya juga ada pengamanan dari personel Marinir TNI AL,” kata dia.
Mengingat banyaknya penumpang, Biwa pun mengimbau penumpang untuk memesan tiket dari jauh hari selama masa Lebaran 2024 agar tidak kehabisan.
Biwa mengingatkan pula supaya masyarakat tidak membeli tiket kapal dari media sosial demi menghindari penipuan.
“Jangan membeli tiket dari media sosial karena hampir bisa dipastikan itu penipuan,” ujar Biwa.
Dia menganjurkan masyarakat untuk membeli tiket Pelni dari wadah resmi yaitu aplikasi Pelni Mobile, laman Pelni, agen perjalanan mitra Pelni dan di toko-toko retail modern.
Puncak Arus Mudik di Luar Prediksi
Masih menurut Biwa, sebelumnya puncak arus mudik dengan KM Kelud di Pelabuhan Belawan terjadi di luar prediksi.
“Di luar prediksi kami karena ternyata penumpang yang turun di Medan dengan KM Kelud pada Senin (8/4) sebanyak 3.741 orang atau sesuai kapasitas maksimal KM Kelud selama masa Lebaran 2024. Ini menjadi puncaknya,” ujar Biwa.
Biwa melanjutkan awalnya Pelni Medan yakin puncak kedatangan penumpang di Pelabuhan Belawan saat masa mudik adalah pada Sabtu (6/4) atau akhir pekan sebelum cuti bersama, Minggu (7/4).
Namun, pada hari itu, jumlah penumpang KM Kelud yang menjejakkan kakinya di Pelabuhan Belawan adalah 3.548 orang. Mereka berangkat dari Batam, Kepulauan Riau.
Kemudian, satu kapal Pelni yang dioperasikan ke Medan selama masa Lebaran yakni KM Dorolonda juga membawa lebih dari 3.000 penumpang ke Pelabuhan Belawan.
“Pada Minggu (7/4), ada 3.027 penumpang yang turun di Belawan dari KM Dorolonda. Itu lebih dari 90 persen dari kapasitas penumpang maksimal KM Dorolonda selama masa Lebaran 2024 yaitu 3.141 orang,” kata Biwa.
Adapun PT Pelni (Persero) menetapkan masa angkutan Lebaran 2024 berlangsung pada 26 Maret sampai dengan 26 April atau H-15 hingga H+15 Idul Fitri 1445 Hijriah.
Selama periode tersebut, Kementerian Perhubungan memberikan dispensasi bagi KM Kelud untuk menambah kapasitas maksimal dari normal 2.607 penumpang menjadi 3.741 penumpang.
Sedangkan untuk KM Dorolonda, jumlah penumpang maksimalnya menjadi 3.141 orang dari 2.155 orang pada masa reguler.
Biwa menegaskan, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang, Pelni menyediakan beragam fasilitas di kapal mulai dari poliklinik, kafetaria hingga “safety box” untuk barang penumpang.
Selain itu, Pelni yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut juga menyiagakan personel TNI AL di kapal.
“Terkait kendala sejauh ini nyaris tidak ada,” kata Biwa.
Menurut dia, yang menjadi tantangan selama masa mudik adalah waktu bersih-bersih kapal yang membuat keberangkatan kapal beberapa kali lebih lama dari jadwal.
Hal itu lantaran banyaknya penumpang dan frekuensi berlayar yang tinggi. Belum lagi ada tantangan lain seperti kondisi cuaca dan gelombang laut.
“Karena penumpang banyak, butuh upaya ekstra untuk membersihkan kapal begitu berlabuh. Terkadang ada juga faktor lain seperti cuaca yang membuat keberangkatan atau ketibaan kapal sempat terlambat,” tutur Biwa.
Setelah tiba di Pelabuhan Belawan pada Senin (8/4), KM Kelud baru beranjak dari Medan pada Jumat (12/4) atau setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Kapal itu baru akan berlabuh lagi di Pelabuhan Belawan pada Kamis (18/4). (antara/ss)


