Karo, SeputarSumut – Sistem Informasi Pengawas Sekolah bernama “Erlajar Segedang Geluh” resmi diluncurkan dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kabupaten Karo. Peluncuran sistem ini merupakan wujud kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Karo dengan Tanoto Foundation, yang bertujuan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data pendidikan secara lebih terstruktur, sistematis, dan terintegrasi.
Puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Karo dilaksanakan meriah oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat pada hari Kamis, 27 November 2025. Acara penting ini bertempat di Theater Mikie Holiday, Berastagi, dan dihadiri oleh sekitar 600 orang guru yang merupakan utusan dari berbagai sekolah dan satuan Pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Karo.
Kabar Daerah: Peluncuran ‘Erlajar Segedang Geluh’ di HGN Karo
Kolaborasi yang terjalin erat antara Tanoto Foundation dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karo diapresiasi setinggi-tingginya. Country Head Tanoto Foundation, Inge Sanitasia Kusuma, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, secara simbolis meluncurkan sistem “Erlajar Segedang Geluh” yang menjadi sorotan utama dalam peringatan HGN ini. Pemkab Karo secara khusus menyampaikan penghargaan atas pendampingan teknis dari Tanoto Foundation dalam penyusunan RPJMD, terutama pada isu literasi, numerasi, dan penguatan peran orang tua melalui program PES (Parenting Early Stimulation).
Kerja sama strategis ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian positif pada Rapor Pendidikan Kabupaten Karo. Kepala Program Peningkatan Lingkungan Pembelajaran Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menjabarkan bahwa persentase peserta didik yang mencapai kompetensi minimum literasi jenjang SD mengalami kenaikan drastis dari 43% di tahun 2022 menjadi 71% di tahun 2025. Peningkatan juga terlihat pada Literasi jenjang SMP, dari 59% tahun 2022 menjadi 75% tahun 2025. Capaian Numerasi juga meningkat tajam, yaitu jenjang SD dari 26% tahun 2022 menjadi 71% tahun 2025, serta Numerasi jenjang SMP dari 43% tahun 2022 menjadi 73% tahun 2025.
Margaretha Ari Widowati lebih lanjut menyampaikan harapannya agar peluncuran sistem informasi ini dapat menjadi permulaan dari pengelolaan pendidikan yang lebih transformatif. “Kami berharap sistem ini menjadi rujukan strategis bagi Dinas Pendidikan dalam perencanaan, pengawasan, serta pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran, menuju pengelolaan pendidikan yang lebih transparan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui data yang akan diperbarui secara berkala, sistem baru ini mencakup berbagai aspek esensial. Data yang dikumpulkan meliputi kondisi lingkungan belajar, proses pembelajaran, hingga kualitas pengelolaan sekolah, sehingga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan melalui sejumlah inisiatif. “Lebih dari sekadar platform digital, sistem ini kami pandang sebagai alat yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Karo,” tambah Ari.
Dalam pidato resmi, Bupati Karo yang dibacakan oleh Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, menekankan pentingnya momentum Hari Guru Nasional. Beliau menyampaikan bahwa peringatan ini adalah bentuk penghargaan tertinggi atas segala dedikasi dan inovasi yang telah ditunjukkan para pendidik dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sekda Gelora turut menyampaikan pesan Bupati yang menekankan peran krusial guru dalam masa depan generasi. “Guru harus terus didukung agar mampu menjadi figur hebat yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, berkolaborasi, melek teknologi, membimbing karakter, menumbuhkan kreativitas, menanamkan keberanian, dan membuka wawasan murid terhadap dunia yang terus berkembang,” ungkap Gelora.
Mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” tahun ini, hari guru menjadi pengingat tegas akan peran sentral guru dalam pembangunan bangsa. Guru adalah pilar utama yang memastikan pendidikan berjalan kuat, sebuah landasan penting untuk menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, yaitu sebuah lompatan peradaban.
Perayaan Hari Guru Nasional bukan hanya sekadar penanda waktu tahunan. Ini adalah momen untuk melakukan refleksi mendalam mengenai sosok-sosok yang telah memilih profesi pengabdian ini, yakni meningkatkan kualitas pendidikan sebagai jalan hidup. Profesi mulia ini senantiasa menghadapi tantangan dan upaya peningkatan peran sebagai fasilitator, terutama di era digital yang terus berkembang.
Sebagai organisasi filantropi, Tanoto Foundation menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan kapasitas pemangku kepentingan pendidikan dalam memanfaatkan data untuk perencanaan kebijakan. Selain pendidikan, Tanoto Foundation juga memfokuskan pengembangannya di bidang riset medis dan kesehatan, serta kepemimpinan, untuk mencetak Generasi Emas Indonesia 2045.(Siong)


