Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Pemburu Harta Karun Temukan Tumpukan Emas di Makam Kuno

Oleh Redaksi 15
Jumat, 15 Maret 2024
Foto: Harta Karun

Para pemburu harta karun berhasil menemukan tumpukan emas saat menggali makam pemuka agama yang dikubur lebih dari 1.200 tahun lalu di Panama. (Foto: dok. facebook lembaga investigasi arkeologi panama)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Para pemburu harta karun berhasil menemukan tumpukkan emas saat menggali makam pemuka agama yang dikubur lebih dari 1.200 tahun lalu.

Para arkeolog itu menemukan makam kuno di Taman Arkeologi El Caño, sebuah situs di provinsi Coclé di Panama. Tempat ini dikenal sebagai sarang penemuan-penemuan pra-Columbus, terutama ruang pemakaman yang mewah.

Pernik Ragam: Pemburu Harta Karun Temukan Tumpukan Emas di Makam Kuno

Iklan Indako SeputarSumut

Kementerian Kebudayaan Panama mengatakan makam yang baru ditemukan, dibangun sekitar tahun 700. Ini merupakan makam kesembilan yang digali dari taman tersebut sejak penggalian situs dimulai pada tahun 2008.

Dalam penggalian tersebut para arkeolog menemukan sejumlah perhiasan emas, di antaranya lima perhiasan penutup dada untuk jenazah, dua ikat pinggang yang terbuat dari manik-manik emas, beberapa gelang dan kalung emas, serta dua buah anting-anting berbentuk figur manusia, mengutip CNN, Rabu (13/3/2024).

Selain itu, mereka juga menemukan beberapa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang, termasuk anting-anting yang terbuat dari gigi paus sperma.

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Ana María Navas Méndez, asisten profesor sosiologi dan antropologi di Illinois State University, mengatakan benda-benda “eksotis” ini biasanya ditafsirkan sebagai strategi pemimpin untuk mendapatkan prestise lebih di wilayah mereka.

Ia menambahkan para kepala suku kuno di Amerika Latin sering menjalin hubungan politik dan ekonomi dengan para pemimpin komunitas terdekat, yang memungkinkan barang-barang berharga dan hasil karya mereka untuk dipertukarkan satu sama lain.

Beberapa artefak yang ditemukan di dalam makam memiliki gaya yang mirip dengan yang diproduksi di wilayah Quimbaya (Kolombia). Hal ini mengindikasikan ada banyak interaksi dan pertukaran material “antara populasi yang mendiami wilayah tengah Panama dan bagian utara Amerika Selatan.”

Makam petinggi
Julia Mayo, pemimpin penggalian dan direktur El Caño Foundation, mengatakan akam-makam tersebut, termasuk yang baru ditemukan merupakan tempat peristirahatan bagi orang-orang yang memiliki status yang lebih tinggi dalam masyarakat mereka.

Tim peneliti percaya jasad yang ditemukan di tengah kuburan memiliki status yang lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan tidak hanya dari posisi fisiknya, tapi juga artefak emas dan keramik yang mengelilingi tubuhnya.

Peradaban di wilayah sekitar El Caño pada saat itu memperlakukan situs tersebut sebagai tempat suci dan memuja “leluhur” mereka.

“Setelah kematian orang-orang ini, (diyakini bahwa) komunikasi yang konstan terjalin antara leluhur dan keturunannya,” kata Mayo. “Penelitian kami (terhadap makam-makam tersebut) menyoroti praktik ritual kematian dalam upacara pemakaman yang terkait dengan status (yang lebih tinggi).”

Pemimpin elit yang baru ditemukan ini kemungkinan adalah seorang pria berusia 30 atau 40 tahun, yang dijuluki “Penguasa Seruling” oleh para arkeolog. Pasalnya, ia dimakamkan bersama seperangkat seruling tulang binatang yang kemungkinan digunakan untuk upacara keagamaan.

Para peneliti menemukan pola yang sama di antara makam tersebut dan delapan makam yang telah diteliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan jasad-jasad lainnya adalah milik orang-orang yang dikorbankan untuk menemani orang yang meninggal di alam baka.

El Caño dibagi menjadi dua sektor pemakaman: sektor berstatus tinggi yang memiliki ruang pemakaman dengan banyak jenazah, dan sektor berstatus rendah di mana kuburan hanya berisi satu jenazah per kuburan.

Para arkeolog menemukan jasad pria yang diduga sebagai pemimpin agama itu terkubur dengan posisi telungkup di atas jasad seorang wanita. Para peneliti belum mengetahui hubungan antara pria dan wanita tersebut.

“Cara penguburan dengan cara tertelungkup merupakan hal yang umum pada periode ini di wilayah ini, namun posisi laki-laki di atas perempuan tidak,” ujar Nicole Smith-Guzmán, kurator arkeologi dari Smithsonian Tropical Research Institute di Panama City.

Namun, ia menambahkan peneliti lain melaporkan penemuan sisa-sisa manusia yang berusia lebih dari 1.000 tahun yang terkubur dalam posisi yang sama di sebuah situs terdekat yang disebut Sitio Sierra, di provinsi yang sama dengan El Caño. Para peneliti pada saat itu berspekulasi bahwa pasangan tersebut adalah sepasang suami dan istri, namun teori tersebut masih belum dikonfirmasi.

“Namun demikian, ada kemungkinan bahwa ada semacam hubungan sosial antara dua individu selama hidup yang penting untuk dipertahankan setelah meninggal,” kata Smith-Guzmán, yang tidak terlibat dalam kedua penemuan tersebut.

Para ahli percaya bahwa El Caño berfungsi sebagai pusat upacara regional atau nekropolis (kota orang mati) bagi anggota masyarakat elit, kata Smith-Gúzman.

Sudah ada dua upaya untuk mencari tahu siapa pemilik berbagai makam yang ditemukan di situs El Caño. Namun, setiap upaya gagal untuk mengambil DNA dari tulang belulang manusia, kemungkinan besar karena iklim panas dan lembab di wilayah itu tidak ideal untuk pengawetan.

“(Penemuan ini) menawarkan bukti baru untuk terus mempelajari suku-suku di Panama yang dapat dibandingkan dengan penemuan sebelumnya,” kata Navas Méndez.

“Dengan bukti baru ini, para arkeolog dapat mengajukan pertanyaan baru tentang interaksi antara suku-suku bangsa, tentang ekonomi politik masyarakat pra-Kolombia, tentang aspek keagamaan, tentang gender, dan sebagainya.” (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com