Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Pemilu Rusia Ditutup, Vladimir Putin Menang 88 Persen

Oleh Redaksi 15
Senin, 18 Maret 2024
Foto: Putin menang 88% suara usai pemungutan suara ditutup.

Putin menang 88% suara usai pemungutan suara ditutup.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Moskow | Petahana Presiden Rusia Vladimir Putin telah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) Rusia dengan 87,97% suara. Data ini berdasarkan hasil resmi pertama yang ditunjukkan pada Minggu (17/3/2024) setelah pemungutan suara ditutup.

Angka perolehan ini semakin memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan meskipun ribuan penentangnya melakukan protes siang hari di tempat pemungutan suara dan Amerika Serikat (AS) mengatakan pemilu tersebut tidak bebas dan tidak adil.

Dunia Internasional: Pemilu Rusia Ditutup, Vladimir Putin Menang 88 Persen

Iklan Indako SeputarSumut

Hasil awal ini berarti Putin, yang berusia 71 tahun, akan dengan mudah mendapatkan masa jabatan enam tahun baru yang memungkinkannya menyalip Josef Stalin dan menjadi pemimpin terlama di Rusia selama lebih dari 200 tahun.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga jajak pendapat Public Opinion Foundation (FOM), Putin meraih 87,8% suara, hasil tertinggi dalam sejarah Rusia pasca-Soviet.

Adapun Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VCIOM) menempatkan Putin pada 87%. Hasil resmi pertama menunjukkan bahwa jajak pendapat tersebut akurat.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Kandidat komunis Nikolai Kharitonov berada di urutan kedua dengan hanya di bawah 4%, pendatang baru Vladislav Davankov di urutan ketiga, dan ultra-nasionalis Leonid Slutsky di urutan keempat, berdasarkan hasil yang diperoleh.

Pejabat pemilu mengatakan tingkat partisipasi pemilih secara nasional adalah 74,22% pada pukul 18.00 GMT ketika pemungutan suara ditutup, melampaui tingkat tahun 2018 sebesar 67,5%.

Bagi Putin, mantan letnan kolonel KGB yang pertama kali naik ke tampuk kekuasaan pada 1999, hasil ini dimaksudkan untuk menggarisbawahi kepada Barat bahwa para pemimpinnya harus memperhitungkan keberanian Rusia, baik dalam perang atau damai, selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pemilu ini diadakan dua tahun setelah Putin memicu konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua dengan memerintahkan invasi ke Ukraina. Dia menyebutnya sebagai operasi militer khusus.

Perang telah berlangsung selama tiga hari pemilu. Ukraina telah berulang kali menyerang kilang minyak di Rusia, menembaki wilayah-wilayah Rusia dan berusaha menembus perbatasan Rusia dengan pasukan proksi, sebuah tindakan yang menurut Putin tidak akan dibiarkan begitu saja.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Minggu (17/3/2024) bahwa Putin ingin memerintah selamanya. “Tidak ada legitimasi dalam pemilu tiruan ini dan tidak mungkin ada. Orang ini harus diadili di Den Haag. Itu yang harus kita pastikan,” terangnya.

Barat menyebut Putin sebagai seorang otokrat dan pembunuh. Presiden Amerika Serikat (AS) AS Joe Biden bulan lalu menjulukinya sebagai “SOB gila”.

Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag telah mendakwa dia atas dugaan kejahatan perang berupa penculikan anak-anak Ukraina, namun hal ini dibantah oleh Kremlin. (inews)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com