Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Pemko Medan Dinilai Lambat Bersihkan Sampah Pasca Banjir

Oleh Redaksi 15
Selasa, 9 Desember 2025
Foto: Anggota DPRD Kota Medan Hj Sri Rezeki AMd.(Ist)

Anggota DPRD Kota Medan Hj Sri Rezeki AMd.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut – Anggota DPRD Medan Hj Sri Rezeki menilai Pemerintah Kota (Pemko) Medan lambat membersihkan sampah yang berserakan pasca banjir besar pada 27 November lalu. Akibatnya wajah Kota Medan terkesan kumuh usai banjir surut.

“Cukup miris liat sampah bertumpuk pasca banjir. Ada pulak springbed yang dibuang, lemari, tilam-tilam basah. Jadi Nampak kumuh Kota Medan ini karena berserakan sampah setelah banjir surut,” kata Sri Rezeki kepada wartawan, Senin (8/12/2025).

Sorot Politik: Pemko Medan Dinilai Lambat Bersihkan Sampah Pasca Banjir

Iklan Indako SeputarSumut

Banyaknya sampah yang berserak ini tidak terlepas dari masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Karena itu, politisi PKS ini menghimbau agar pemerintah bersinergi dengan masyarakat untuk menggalakkan budaya gotong royong membersihkan drainase secara rutin.

Selain itu juga dengan diadakannya bank sampah di tiap kecamatan, masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan untuk turut mengelola sampah.

“Salah satu penyebab banjir itu karena sampah yang bertumpuk dan menghambat saluran drainase. Kedepannya kita berharap, Pemko Medan sigap menyelesaikan malah sampah dan rutin mengangkut sampah di rumah-rumah warga, sehingga tidak terjadi penumpukan,” kata Sri Rezeki.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

Seperti yang terjadi baru-baru ini pasca banjir di Kota Medan, sampah berserak dan bertumpuk di mana-mana. Bahkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Jalan Garu 1 Ujung, sampah menggunung sehingga meluber ke badan jalan.

Hal tersebut sempat menimbulkan keributan antar masyarakat, karena bukan hanya warga Kecamatan Medan Amplas saja yang membuang sampah di sana, namun juga dari kecamatan lain.

Diduga hal ini disebabkan minimnya TPS, sehingga kecamatan lain membuang sampah di TPS Jalan Garu 1 Ujung Kecamatan Medan Amplas. Apalagi sebelumnya TPS di Kecamatan Medan Kota yang berada di Kawasan Stadion Teladan, kini sudah tidak ada.

“Sebaiknya berkoordinasi untuk mencarikan solusi sementara terkait pembuangan sampah, jadi tidak menumpuk sampahnya di satu tempat. Kita harapkan pemerintah kecamatan bekerjasama dengan Dinas Lingkuhan Hidup untuk mengawasi dan melakukan pembersihan secara berkala di setiap TPS,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya bank sampah tak hanya menambah penghasilan masyarakat, namun juga mengurangi sampah rumah tangga di Kota Medan yang rata-rata mencapai 2000 ton per hari.

“Sampah dapat dikelola atau pun didaur ulang menjadi barang-barang bermanfaat. Dengan adanya bank sampah di setiap kecamatan, akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dan menjadikannya ‘cuan’ (sumber penghasilan),” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi krisis sampah, Pemko Medan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menargetkan pada tahun 2026 akan membangun Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Raya.

“Hal ini untuk mengatasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hampir penuh. Direncanakan proyek ini berlokasi di TPA Terjun, yang akan diperluas, dan merupakan bagian dari program nasional PSEL di 10 daerah lain di Indonesia, dengan PT Danantara sebagai pelaksana dan PLN sebagai pembeli listrik (offtaker),” jelasnya.(BEN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com