Medan, SeputarSumut — Upaya penanganan penyakit Tuberkulosis (TB) diperketat oleh Pemerintah Kota Medan dengan memaksimalkan strategi pelacakan secara aktif melalui skema jemput bola langsung ke tengah masyarakat. Penerapan langkah ini dieksekusi guna memutus rantai penularan sekaligus memberikan dukungan penuh pada program prioritas penekanan angka kasus TB secara nasional.
Penegasan mengenai kebijakan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di sela-sela peninjauan pelaksanaan layanan TB di RS Adam Malik bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Akhmad Wiyagus pada Selasa (21/7/2026).
Info Medan: Pemko Medan Perketat Penanganan TB Melalui Strategi Pelacakan Aktif
Pada kesempatan tersebut, Rico Waas memberikan penekanan bahwa pola penanganan TB tidak dapat lagi diproses secara pasif dengan sebatas menunggu kedatangan pasien di fasilitas kesehatan. Skema penanganan dinilai wajib menyasar langsung hingga ke lini kontak erat atau suspek di lingkungan sekitar penderita.
“Artinya kita harus jemput bola. Selain tindakan medis, pemahaman masyarakat tentang bahaya TB juga harus ditingkatkan secara menyeluruh agar warga tidak ragu melaporkan potensi kasus di lingkungan masing-masing,” kata Rico Waas.
Bentuk komitmen nyata ditunjukkan oleh Rico Waas yang menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan pihak Kementerian Kesehatan guna menjalankan agenda pelacakan pada 661 titik lokasi.
Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menerangkan bahwa agenda kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka menjalankan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto demi merealisasikan program prioritas nasional, khususnya terkait penekanan kasus TB serta evaluasi kesiapan fasilitas kesehatan di area daerah.
“Pemerintah sangat peduli pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Sumber daya alam yang melimpah harus diimbangi dengan SDM yang sehat dan bergizi baik,” jelas dr. Benjamin.
Langkah penguatan tindakan pelacakan ditegaskan kembali oleh dr. Benjamin sebagai jalan untuk membendung eskalasi penyebaran TB.
“Salah satu upaya yang kita lakukan dengan memperkuat tracing, khusus terhadap masyarakat yang kontak erat dengan penderita,” ujar dr. Benjamin seraya mengatakan untuk kota Medan tracing akan dilakukan di 661 titik pelacakan.
Mengenai aspek penguatan sarana pendukung, dr. Benjamin menambahkan bahwa jajaran pemerintah bakal melangsungkan proses pembangunan serta renovasi bangunan rumah sakit secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pada fasilitas RSUD Dr. Pirngadi Medan.
Jajaran pejabat yang turut hadir mendampingi Wali Kota Medan dalam agenda peninjauan tersebut meliputi Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap serta Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman.(*/redaksi)

