Jakarta, SeputarSumut — Penyebab bencana pergerakan tanah yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, akhirnya diungkap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Fenomena alam yang merusak tersebut disebabkan oleh faktor creeping atau rayapan tanah, sebagaimana dijelaskan oleh Agus Sugiharto selaku Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng.
Lintas Nasional: Pemprov Jateng Ungkap Sebab Tanah Gerak Tegal
“Pergerakan tanah di Tegal berdasarkan hasil investigasi serta kajian lapangan merupakan creeping. Karena lapisan tanahnya berjenis lempung, maka saat jenuh air akan terjadi pergerakan secara perlahan,” papar Agus pada Selasa (10/2).
Agus menambahkan bahwa karakteristik creeping adalah jenis gerakan tanah yang prosesnya berlangsung lambat, namun mencakup wilayah yang sangat luas, khususnya di area dengan kemiringan tertentu.
Peristiwa serupa menurutnya bukan pertama kali terjadi, sebab fenomena yang sama pernah melanda beberapa titik lain di Jawa Tengah, di antaranya wilayah Simo (Boyolali) serta Watukumpul (Pemalang).
Perbedaan mendasar antara creeping dengan likuifaksi juga turut dipertegas olehnya. “Likuifaksi dapat muncul di lahan yang datar akibat perubahan kandungan air dan struktur tanah. Sebaliknya, creeping mutlak terjadi pada wilayah yang memiliki kemiringan lahan,” tuturnya.
Langkah penanganan bagi warga terdampak, khususnya bagi pemilik rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni, saat ini tengah disiapkan oleh Pemprov Jateng sebagai solusi jangka panjang.
Pemerintah telah menyiapkan dua titik lokasi relokasi yang berada di atas lahan milik Perhutani di Kabupaten Tegal. Meski demikian, kajian mendalam masih terus dilakukan guna menjamin bahwa kawasan relokasi tersebut benar-benar aman dari risiko bencana di masa depan.(*/jpnn)


