Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Pentingnya Jaga Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 27 Desember 2025
Foto: Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.(Istimewa)

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut – ​Urgensi untuk mengawal arah kebijakan pendidikan nasional agar fokus pada kualitas pembelajaran dan pemerataan mutu ditekankan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam momen refleksi akhir tahun 2025 sekaligus persiapan menghadapi agenda pendidikan nasional tahun 2026.

​Meskipun mengapresiasi program strategis pemerintah selama 2025, seperti Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Pendidikan, Hetifah mengingatkan bahwa capaian fisik bukan tujuan akhir. Baginya, pemerataan akses dan infrastruktur pendidikan harus diikuti dengan peningkatan substansi yang nyata bagi para siswa.

Sorot Politik: Pentingnya Jaga Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

Iklan Indako SeputarSumut

​“Kebijakan pendidikan di tahun 2026 mendatang harus mulai bergeser orientasinya pada penguatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran, terutama di wilayah 3T,” jelas Hetifah melalui keterangan resminya di Jakarta pada Sabtu (27/12/2025).

​Substansi digitalisasi pendidikan juga menjadi poin krusial yang ia soroti agar tidak hanya sebatas distribusi perangkat Papan Interaktif Digital. Hetifah menilai efektivitas teknologi sangat bergantung pada kesiapan para guru dan ketersediaan konten bermutu, termasuk perluasan akses SMA Unggul Garuda agar bisa dinikmati peserta didik di daerah terpencil.

​Terkait isu sosial, Komisi X DPR RI menaruh perhatian besar pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Sekolah Rakyat demi menyasar kelompok rentan. Hetifah menekankan bahwa pengelolaan kedua program ini wajib transparan, akuntabel, dan berbasis data yang akurat agar tidak muncul kendala teknis dalam implementasinya di lapangan.

Berita Terkait

Mulai 2027 Pemerintah Alokasikan Bantuan Operasional Rp1,8 Triliun Lebih Bagi Perguruan Tinggi Swasta

Presiden ke-7 RI Joko Widodo Mulai Agenda Keliling Indonesia Besok Pagi Diawali dari Lampung Tengah

​Pemerintah juga mendapat apresiasi atas langkah peningkatan kesejahteraan pendidik melalui insentif guru honorer dan transfer langsung tunjangan profesi di tahun 2025. Namun, Hetifah menegaskan perlunya penguatan status perlindungan kerja serta integrasi pembinaan karier yang lebih adil bagi para pilar reformasi pendidikan tersebut.

​“Sangat sulit mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan jika kesejahteraan dan dukungan terhadap guru belum terpenuhi dengan adil,” tutur Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

​Maraknya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan kampus maupun sekolah sepanjang 2025 menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia. Untuk itu, pada 2026 nanti, Komisi X akan mendorong implementasi regulasi pencegahan kekerasan secara sistemik guna memastikan lembaga pendidikan menjadi ruang yang aman dan bermartabat.

​Pelajaran berharga juga diambil dari penanganan sektor pendidikan di daerah terdampak bencana pada penghujung tahun 2025. Hetifah mendorong adanya respons yang lebih terkoordinasi dan cepat, mengingat pendidikan adalah kebutuhan dasar yang harus tetap hadir bahkan dalam masa tanggap darurat sekalipun.

​Rencana revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional menjadi momentum krusial yang dinanti Hetifah saat memasuki gerbang tahun 2026. Melalui pendekatan kodifikasi, regulasi diharapkan menjadi lebih sederhana, mampu menjamin pendanaan berkelanjutan, serta memperkuat posisi kesejahteraan guru.

​“Evaluasi perjalanan selama 2025 serta harapan di 2026 merupakan bentuk komitmen politik untuk menjamin setiap anak bangsa mendapatkan pendidikan yang berkeadilan, bermutu, dan aman,” tegasnya mengakhiri pernyataan.(*)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com