Iklan PT Indako Trading Coy
Jumat, Juni 19, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
SS
SeputarSumut
Advertisement
Beranda Ragam

Penyebab Tangan Sering Kesemutan Mulai dari Defisiensi Vitamin hingga Faktor Cedera Repetitif

Oleh Redaksi 15
Kamis, 18 Juni 2026
Foto: ilustrasi tangan kesemutan.(Foto:freepik)

ilustrasi tangan kesemutan.(Foto:freepik)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Keluhan berupa rasa kesemutan pada area tangan merupakan problem kesehatan yang sangat sering dijumpai di tengah masyarakat, di mana kondisi ini umumnya dipicu oleh jepitan atau tekanan pada pembuluh darah maupun sistem persarafan, seperti akibat posisi tidur dan duduk yang tidak biasa. Pada sebagian besar situasi, sensasi ini bersifat temporer dan akan mereda dengan sendirinya begitu tekanan yang menimpa jaringan tubuh mulai berkurang. Namun, publik perlu meningkatkan kewaspadaan jika gangguan kesemutan tersebut dirasakan berulang kali, menetap dalam durasi panjang, atau dibarengi keluhan fisik lain karena berpotensi menjadi indikator awal dari penyakit tertentu.

Berdasarkan informasi dari Medical News Today, munculnya gangguan kesemutan di bagian tubuh dapat berkolerasi dengan indikasi neuropati perifer. Istilah medis tersebut merujuk pada suatu kondisi saat jaringan saraf mengalami kerusakan, sehingga menstimulasi berbagai gejala penanda seperti kesemutan, hilangnya rasa atau mati rasa, hingga munculnya sensasi nyeri yang menyebar di area tangan dan kaki.

Pernik Ragam: Penyebab Tangan Sering Kesemutan Mulai dari Defisiensi Vitamin hingga Faktor Cedera Repetitif

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

Terdapat rentetan faktor pemicu yang membuat tangan kerap mengalami kesemutan yang penting untuk dipahami, meliputi:

Masalah Defisiensi Vitamin

Minimnya asupan beberapa kategori vitamin di bawah batas normal, seperti kondisi kekurangan vitamin E, vitamin B1, vitamin B12, dan niasin, terbukti mampu mengacaukan kinerja sistem saraf dan memicu rasa kesemutan di tangan maupun kaki. Sebaliknya, penumpukan kadar vitamin B6 yang berlebih di dalam tubuh manusia juga ditengarai dapat memicu kerusakan pada fungsi saraf.

Berita Terkait

Mengenal Durasi Ideal dan Manfaat Tidur Siang bagi Kesehatan Tubuh Orang Dewasa

Berbagai Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Penurunan Kadar Hormon Testosteron Pria Lebih Cepat

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Secara spesifik pada problem kekurangan vitamin B12, efek dari kondisi ini diketahui mampu memicu terjadinya neuropati perifer. Selain kesemutan, tanda klinis lain yang berisiko timbul mencakup pusing, sesak pada napas, keletihan tubuh, sakit kepala, kendala pencernaan, rasa nyeri di dada, mual, hingga adanya pembengkakan organ hati. Proses pemulihannya pada umumnya diatasi lewat perbaikan menu makanan sehari-hari atau lewat konsumsi suplemen berkala sesuai dengan rekomendasi dari tenaga kesehatan.

Faktor Cedera Regangan Berulang atau Repetitive Strain Injury (RSI)

Gangguan cedera regangan berulang atau yang familier disebut Repetitive Strain Injury (RSI) timbul karena adanya stimulasi gerakan tubuh yang sama dan dilakukan secara konstan dalam jangka waktu panjang. Keluhan fisik ini kerap melanda kelompok pekerja yang rutinitasnya dominan memanfaatkan komputer, mengetik, atau mengeksekusi aktivitas repetitif sejenis lainnya.

Imbas negatif dari masalah RSI ini mampu merembet ke area pergelangan tangan, lengan bawah, siku, sampai ke bagian bahu. Selain memicu munculnya kesemutan, indikasi lain yang jamak dikeluhkan berupa rasa nyeri, pegal-pegal, kaku pada persendian, rasa berdenyut, pelemahan daya tahan fisik, serta kram otot. Pola penanganannya secara umum meliputi tindakan beristirahat, aplikasi kompres dingin, hingga penggunaan obat antiinflamasi sesuai keperluan pasien.

Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol Berlebihan

Kandungan alkohol mempunyai sifat toksik atau beracun terhadap kelangsungan jaringan saraf di dalam tubuh manusia. Tindakan mengonsumsi minuman beralkohol dalam kadar yang berlebih dan dilakukan dalam periode waktu lama dapat mendongkrak risiko terjangkit neuropati alkoholik, yaitu sebuah bentuk kerusakan sistem saraf yang dipicu oleh paparan zat alkohol.

Dampak buruk dari gangguan kesehatan ini mampu memicu kesemutan, mati rasa, hingga muncul rasa nyeri di bagian tangan dan kaki. Sejumlah data riset memperlihatkan bahwa temuan kasus neuropati alkoholik tergolong lumrah dijumpai pada pasien dengan rekam jejak konsumsi alkohol dalam kurun waktu jangka panjang. Langkah pemulihan paling utama untuk memotong keluhan ini adalah dengan membatasi atau menyetop total kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Reaksi Efek Samping dari Obat-obatan

Aktivitas mengonsumsi beberapa ragam obat-obatan tertentu diketahui berpotensi menimbulkan efek samping berupa munculnya sensasi kesemutan. Fenomena gangguan medis ini dapat dipicu oleh pengaruh dari konsumsi obat spesifik yang difungsikan untuk terapi medis penyembuhan kanker, masalah kejang, maupun penanganan tekanan darah tinggi. Apabila gangguan kesemutan itu dirasakan mencuat setelah mengonsumsi obat tertentu, maka sangat dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter guna memastikan keterkaitannya dengan program pengobatan yang sedang berjalan.

Gejala Sindrom Terowongan Karpal atau Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Melansir data dari WebMD, istilah carpal tunnel syndrome (CTS) diartikan sebagai suatu gangguan medis yang mencuat sewaktu bagian saraf median di area pergelangan tangan mengalami kondisi tertekan atau terjepit. Dampak dari CTS ini mampu memicu rasa nyeri, mati rasa, serta kesemutan di bagian tangan sampai menjalar ke lengan. Masalah kesehatan ini terhitung cukup jamak menyerang individu yang aktif melakukan gerakan tangan secara berulang, serta ditemukan pula pada kalangan wanita hamil akibat adanya perubahan anatomi tubuh dan terjadinya retensi cairan yang menekan jalur saraf median.

Kasus Sindrom Jebakan Saraf Ulnaris

Masalah sindrom jebakan saraf ulnaris (ulnar nerve entrapment syndrome) dapat terjadi sewaktu bagian saraf ulnaris mengalami kondisi tertekan ataupun teriritasi. Jaringan saraf ini memegang peranan krusial dalam mengontrol aspek sensasi rasa sekaligus gerakan motorik pada sebagian area lengan hingga ke bagian jemari tangan. Gejala umum yang kerap dirasakan oleh pasien berupa kesemutan pada jari manis dan jari kelingking, disertai dengan rasa tidak nyaman di area dalam lengan bawah dan telapak tangan.

Kondisi Kelumpuhan Saraf Radial

Masalah kelumpuhan saraf radial (radial nerve palsy) digambarkan sebagai wujud gangguan yang menyerang bagian saraf radial yang berfungsi mengendalikan otot trisep, pergelangan tangan, dan jemari. Problem kesehatan ini umumnya dipicu oleh adanya tekanan pada jalur saraf radial yang membentang di sepanjang lengan. Salah satu contoh kasus riilnya yakni sewaktu seseorang terlelap tidur dengan posisi bagian lengan yang terjepit di antara kepala dan permukaan yang keras dalam durasi waktu lama. Di samping rasa kesemutan, individu yang mengalaminya dapat mendapati kelemahan motorik pada pergelangan tangan serta jari.

Pada prinsipnya, munculnya kesemutan pada tangan cenderung tidak berkategori bahaya dan dapat mereda secara mandiri. Kendati demikian, apabila gangguan kesehatan ini datang berulang kali, menetap dalam waktu lama, atau diikuti dengan melemahnya kekuatan otot, rasa nyeri yang sangat hebat, hingga kondisi mati rasa yang semakin memburuk, maka ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna memperoleh diagnosis serta penanganan medis yang tepat.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Meksiko Tekuk Korea Selatan 1-0 untuk Amankan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
  • Dolar AS Menguat terhadap Rupiah Hingga Tembus Level Rp 17.800 pada Pagi Ini
  • Gempa Magnitudo 4,7 Kembali Mengguncang Sigi Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu
  • PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 untuk Apresiasi Pengguna Gas Bumi Rumah Tangga
  • Tiongkok dan Rusia Dukung Nota Kesepahaman Damai Amerika Serikat dengan Iran
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.