Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Selasa, Mei 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan PT Indako Trading Coy
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Berita Utama SeputarSumut
Beranda Ekonomi

Perbankan Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Oleh Redaksi 15
Selasa, 26 Agustus 2025
ilustrasi (Foto: observatoriodetrabajad)

ilustrasi (Foto: observatoriodetrabajad)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

​Jakarta, SeputarSumut – Sektor perbankan Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika ekonomi dan politik global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan kinerja perbankan akan tetap stabil meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan kredit yang sejalan dengan siklus ekonomi.

​Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa industri perbankan nasional masih menunjukkan resiliensi yang kuat dengan kinerja yang positif. Pada Juli 2025, kredit perbankan tercatat tumbuh solid sebesar 7,03% dari tahun ke tahun (yoy), didukung oleh kualitas aset yang baik. Ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau NPL (Non-Performing Loan) yang terjaga di level 2,28% dan rasio kredit berisiko atau LaR (Loan at Risk) yang menurun menjadi 9,68%.

Berita Ekonomi: Perbankan Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy

​Pertumbuhan kredit ini juga didorong oleh kenaikan kredit investasi sebesar 12,42% (yoy), terutama pada sektor berbasis ekspor seperti pertambangan dan perkebunan, serta sektor transportasi, industri, dan jasa sosial. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7% (yoy), yang turut memperkuat likuiditas perbankan.

​Tren Penurunan Suku Bunga dan Strategi Bank

​Seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), suku bunga kredit perbankan juga menunjukkan tren penurunan. Pada Juli 2025, rata-rata suku bunga kredit rupiah turun 7 basis poin dari tahun sebelumnya, terutama pada kredit produktif. Penurunan ini diperkirakan akan berlanjut sepanjang 2025, mengingat BI Rate telah turun menjadi 5% per 20 Agustus 2025.

Berita Terkait

Indosat Ooredoo Hutchison Catat Rekor Pendapatan Rp15,2 Triliun pada Kuartal I 2026 Berkat AI Hyper-Personalization

BPS Sumut Dorong Inalum dan Perusahaan Besar Lakukan Pendataan Mandiri Jelang Sensus Ekonomi 2026

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

​OJK menilai masih ada ruang bagi bank untuk menurunkan suku bunga kredit lebih lanjut. Namun, penurunan ini bergantung pada struktur biaya dana (Cost of Fund/CoF) setiap bank, karena sebagian besar masih mengandalkan dana mahal. Oleh karena itu, OJK mengimbau bank untuk mengelola strategi pendanaan, khususnya dengan meningkatkan porsi dana murah, agar dapat menciptakan ruang penurunan bunga kredit yang lebih signifikan.

​Optimisme di Tengah Kondisi Global dan Domestik

​Hasil revisi Rencana Bisnis Bank Umum (RBB) pada paruh pertama 2025 menunjukkan adanya penyesuaian target yang lebih konservatif akibat perubahan kondisi makroekonomi dan dinamika global. Namun, OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap stabil dengan pertumbuhan kredit yang sedikit termoderasi.

​Ekspektasi ini didukung oleh berbagai sentimen positif. Berdasarkan data Juni 2025, permodalan perbankan masih solid dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang tinggi sebesar 25,81%, menunjukkan kesiapan dalam menyerap potensi risiko.

​Selain itu, Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) pada triwulan III 2025 menunjukkan bahwa bank-bank umum memiliki persepsi optimistis. Hal ini didorong oleh ekspektasi membaiknya kondisi makroekonomi domestik dan keyakinan bahwa bank mampu mengelola risiko dengan baik.

​OJK akan terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem perbankan. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga stabilitas, tetapi juga untuk terus mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang sehat.(REL/Siong)

Tags: OJKOJK Sumut
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Polemik Pasar Petisah, DPRD Nilai Keputusan Dirut PUD Pasar Gegabah
  • Film Tiba Tiba Setan Raih 1 Juta Penonton Jadi Debut Sukses Ess Jay Studio di Layar Lebar
  • Kecelakaan KA Putri Deli dan Truk di Tanjungbalai: KAI Lakukan Penanganan Cepat dan Perketat Akses Perlintasan
  • Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil dan Panduan Aman Konsumsinya Menurut Para Ahli
  • Tampil Kompetitif, Pebalap Binaan Indako Panen Podium di Seri Pembuka Motoprix Sumut 2026
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.