Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Perdagangan Utama, Rusia Pakai Yuan Gantikan Dolar AS

Oleh Redaksi 15
Senin, 24 Juni 2024
Foto: Dolar dan Yuan.

Dolar dan Yuan.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Yuan Tiongkok akan menggantikan dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang perdagangan utama Rusia. Hal itu sebagai sanksi baru yang dikenakan Barat terhadap Rusia.

“Jalan masih panjang sebelum ada ancaman nyata terhadap dominasi dolar, namun tren menuju fragmentasi sistem keuangan global tidak dapat diubah saat ini,” kata Alexandra Prokopenko, peneliti di Carnegie Russia Eurasia Center dikutip dari Business Insider, Minggu (23/6/2024) kemarin.

Berita Ekonomi: Perdagangan Utama, Rusia Pakai Yuan Gantikan Dolar AS

Iklan Indako SeputarSumut

Komentar tersebut muncul ketika serangkaian sanksi baru AS diumumkan awal bulan ini, yang dimaksudkan untuk memberikan tekanan besar pada keuangan Rusia. Di antara targetnya adalah Bursa Moskow dan entitas besar lainnya yang memfasilitasi transaksi mata uang.

Sebagai balasan, Bursa Moskow membatasi pertukaran dolar AS dan euro sehingga secara efektif menghentikan sumber utama akses orang Rusia terhadap mata uang Barat.

Hal ini menurutnya akan menyebabkan orang beralih ke pasar antarbank dan pasar over-the-counter yang mahal. Mengingat semakin rumitnya sanksi terhadap para dealer, hal ini dapat menciptakan nilai tukar rubel yang berbeda-beda.

Berita Terkait

Temuan Minyakita Diduga Berbau Solar di Jawa Tengah Kemendag dan Bulog Lakukan Penarikan Massal

OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031

Secara keseluruhan hal ini kemungkinan akan memperburuk volatilitas rubel dan membuat penggunaannya dalam perdagangan luar negeri menjadi lebih rumit. Sebaliknya, kata Prokopenko, mata uang yang lebih stabil akan mendapatkan keuntungan.

“Sanksi baru ini mengubah yuan menjadi mata uang utama perdagangan pertukaran dan penyelesaian di Rusia untuk selamanya,” ujarnya. (Business Insider)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Temuan Minyakita Diduga Berbau Solar di Jawa Tengah Kemendag dan Bulog Lakukan Penarikan Massal
  • Ratusan Rumah di Serdang Bedagai Rusak Diterjang Angin Puting Beliung dan Hujan Deras
  • Wali Kota Medan Rico Waas Tampung Keluhan Banjir dan Jalan Rusak di Medan Labuhan serta Siapkan Solusi Infrastruktur
  • Sinopsis Drama Korea Love in Sync yang Dibintangi Kim Myung-soo dan Kang Min-ah
  • Penyebab Bangun Tidur Badan Sakit Semua Menurut Hinge Health
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com