Jakarta, SeputarSumut — Langkah rekonsiliasi dan semangat persatuan di Selat Taiwan disuarakan oleh Cheng Li Wun saat ia mendatangi Mausoleum Sun Yat Sen di Nanjing yang merupakan ibu kota Provinsi Jiangsu. Janji tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatannya selama berada di Tiongkok.
Di tengah situasi pembatasan wilayah udara oleh Beijing yang berlangsung dari 27 Maret hingga 6 Mei 2026, Presiden Tiongkok Xi Jinping secara resmi menerima dan menjamu Cheng Li Wun selaku tokoh oposisi pemerintah Taiwan pada Jumat 10/4. Pertemuan tingkat tinggi ini dilakukan di tengah ketatnya protokol keamanan udara tersebut.
Dunia Internasional: Pertemuan Xi Jinping dan Tokoh KMT Cheng Li Wun di Tengah Penutupan Wilayah Udara Tiongkok
Sosok perempuan yang memimpin partai Kuomintang KMT ini sebelumnya telah melakukan rangkaian kunjungan ke Provinsi Jiangsu dan Shanghai. Berdasarkan laporan dari Anadolu Agency, barulah setelah perjalanan ke wilayah tersebut ia bertolak ke Beijing untuk bertatap muka secara langsung dengan Xi Jinping.
Setelah lebih dari satu dekade berlalu, kehadiran Cheng di Beijing ini tercatat sebagai kunjungan pertama pemimpin partai tersebut. Momen ini menjadi catatan sejarah baru dalam hubungan kedua belah pihak setelah sekian lama tidak ada kunjungan resmi ke ibu kota Tiongkok.
Tercatat bahwa kunjungan resmi Partai KMT ke Beijing terakhir kali dilakukan pada tahun 2015 silam. Kala itu, Eric Chu yang menjabat sebagai pemimpin KMT melakukan pertemuan serupa dengan Xi Jinping.
Bagi Xi Jinping, pertemuan dengan pemimpin KMT ini dianggap memiliki nilai yang sangat krusial. Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis sebelum ia dijadwalkan melakukan pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dialog dan pertukaran antara KMT dengan Partai Komunis Tiongkok disebut-sebut telah dimulai kembali melalui pertemuan ini. Banyak pihak melihat langkah ini sebagai upaya penting dalam membuka kembali jalur komunikasi formal di antara kedua partai besar tersebut.
Mengenai profil kepemimpinannya, Cheng Li Wun sendiri merupakan wajah baru di puncak pimpinan partai. Ia baru saja terpilih sebagai pemimpin KMT pada bulan Oktober 2025 yang lalu.
Hingga detik ini, sengketa status wilayah masih menjadi isu utama di mana Tiongkok tidak pernah mengakui kemerdekaan Taiwan dan tetap menganggapnya sebagai salah satu provinsi di bawah Beijing. Di sisi lain, Taiwan tetap pada pendiriannya terkait kemerdekaan yang mereka klaim sejak tahun 1949.
Penutupan sebagian wilayah udara oleh otoritas Tiongkok dilaporkan oleh Wall Street Journal pada Minggu 5/4 yang mencakup area lepas pantai utara serta selatan Shanghai. Kebijakan penutupan wilayah udara ini dijadwalkan akan berlangsung selama total 40 hari.
Berdasarkan data dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat AS, cakupan wilayah udara yang ditutup tersebut sangat luas karena membentang dari Laut Kuning di sisi Korea Selatan sampai ke Laut Tiongkok Timur yang menghadap ke arah Jepang.
Publik dan otoritas penerbangan internasional dikejutkan dengan rilis pemberitahuan ini yang muncul secara tiba-tiba. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan di balik penutupan mendadak tersebut.(*/cnni)


