Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Medan

Pesan Waisak 2567 TB / 2023: Harmonis Masyarakat Damai Negaranya

Oleh Redaksi 15
Rabu, 31 Mei 2023
Foto: Khemacaro Mahathera, Ketua Umum Sangha Agung Indonesia.(Istimewa)

Khemacaro Mahathera, Ketua Umum Sangha Agung Indonesia.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Umat Buddha memperingati Trisuci Waisak 2567 BE pada 04 Juni 2023, momen yang dimanfaatkan Umat Buddha untuk mengenang kembali peristiwa agung kelahiran Maha Bodhisatwa Siddhartha ke bumi ini, pencapaian pencerahan sempurna Samana Gotama menjadi Buddha Sakyamuni, dan Mahaparinirwana Buddha Sakyamuni.

Tiga peristiwa penting yang diperingati ini adalah teladan bagi Umat Buddha dalam mempertahankan dan mengembangkan Buddha-dharma di Bumi Nusantara. Sebagai siswa Buddha, Sangha Agung Indonesia mengajak Umat Buddha hendaknya mengembangkan keharmonisan dalam diri, keharmonisan dalam keluarga dan keharmonisan dalam bermasyarakat.

Info Medan: Pesan Waisak 2567 TB / 2023: Harmonis Masyarakat Damai Negaranya

Iklan Indako SeputarSumut

Khemacaro Mahathera, Ketua Umum Sangha Agung Indonesia dalam pesan Waisaknya mengungkapkan, Buddha mengajarkan tentang praktik cinta kasih dan kasih sayang, perasaan senang melihat kebahagiaan orang lain, serta keseimbangan batin yang dikembangkan kesegala penjuru dan kepada semua makhluk secara luas, luhur, tanpa batas, tanpa permusuhan dan tanpa niat buruk yang bertujuan agar para siswaNya dapat mewujudkan keharmonisan dengan memahami kepentingan individu (pribadi) dan kepentingan umum, sehingga tidak mengganggu hak asasi orang lain.

“Diri sendiri adalah lingkup terkecil bagi individu yang dapat dilakukan dengan praktik diri yang baik tanpa ekstrim yang berlebihan pada pemuasan dan penyiksaan diri. Demikian halnya sebagai perumah tangga yang baik, hendaklah melatih diri dalam ranah praktik sebagai perumah tangga dan tidak berlebihan,”kata Khemacaro Mahathera.

Khemacaro Mahathera menyampaikan, perumah tangga yang telah mengembangkan keharmonisan dalam diri hendaklah mengembangkan keharmonisan dalam berkeluarga dengan melaksanakan kewajibankewajiban sebaik mungkin. Seperti yang tercatat dalam Sigalovada Sutta, Buddha menyampaikan tugas dan kewajiban bagi orang tua, guru, istri, anak, sahabat, teman, para pekerja, pertapa dan brahmana agar terjalin keharmonisan dalam berkeluarga.

Berita Terkait

Waspada Hujan Ringan Hingga Sedang di Medan dan Sejumlah Wilayah Sumut Hari Ini

Proyeksi Perputaran Ekonomi Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan Capai Rp72,3 Miliar

“Hal ini juga menjadi teladan keharmonisan dalam Keluarga Buddhayana Indonesia,” tutur Khemacaro Mahathera.

Khemacaro Mahathera melanjutkan, setelah keharmonisan dalam diri sendiri dan keluarga dikembangkan, Umat Buddha perlu mengembangkan keharmonisan dalam bermasyarakat. Keharmonisan dalam bermasyarakat dapat dicapai dengan mengembangkan Tri Kerukunan Umat Beragama sebagai wujud toleransi dalam beragama. Kerukunan dalam internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah adalah perwujudan kebersamaan dalam perbedaan yang merupakan implementasi nyata dari semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu “Bhinneka Tunggal Ika”.

“Buddha mengibaratkan keharmonisan tanpa perselisihan ibarat perpaduan antara susu dan air, dimana satu sama lain memandang dengan tatapan kasih sayang,” sebut Khemacaro Mahathera.

Buddha tutur Khemacaro Mahathera, mengarahkan para siswaNya agar memiliki gaya hidup dan kepekaan dalam tanggung jawab sosial yang mengarah pada suatu masyarakat yang harmonis di mana orang-orang bertindak menuruti kepentingan umum. Harmonis dalam kemajemukan yang diajarkan Buddha mengarah pada pencapaian damai dalam diri, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan damai dalam bernegara.

“Sebagai siswa Buddha, sudah sepantasnya turut menjaga keharmonisan bermasyarakat, kita juga menjalankan himbauan pemerintah dan aturan negara dengan sebaik-baiknya, demi terciptanya negara yang teratur dan damai. Keharmonisan dalam bermasyarakat sangat penting dalam mewujudkan negara yang damai. Negara yang damai akan menunjang pada terwujudnya masyarakat yang sejahtera pula,”kata Khemacaro Mahathera.

Menurutnya, hal ini selaras dengan program pemerintah dewasa ini, untuk mewujudkan pelaksanaan “Moderasi Beragama”.

“Mari seluruh umat Buddha, kita bersama mewujudkan keharmonisan dalam bermasyarakat demi terwujudnya negara yang damai, sehingga tema waisak yang kita usung pada tahun ini tidak hanya sekedar menjadi semboyan semata, tetapi menjadi dasar bagi kita bersama dalam mendukung pemerintah mewujudkan negara yang damai. Hidup harmonis dengan tanpa permusuhan, tanpa kekerasan, tanpa menyakiti, dan tanpa perselisihan; serta menyadari bahwa sesungguhnya kita semua bersaudara, kita pada hakikatnya satu, kita Indonesia, kita Pancasila,”ajak Khemacaro Mahathera.

Khemacaro Mahathera menambahkan, semoga berkah Waisak senantiasa melimpah kepada kita semua, membawa pada kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian dan keharmonisan bagi kita semua, bagi Bangsa Indonesia, dan bagi seluruh dunia. “Harmonis masyarakat, damai negaranya, damai Indonesia. Selamat merayakan Trisuci Waisak 2567 TB / 2023,”ucap Khemacaro Mahathera.(Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com