Medan, SeputarSumut — Penyebab gangguan tidur di malam hari ternyata tidak hanya berasal dari faktor stres atau paparan layar ponsel saja tetapi juga sangat dipengaruhi oleh menu makanan yang Anda santap. Banyak orang sering kali hanya sibuk mencari asupan yang bisa membantu mereka terlelap padahal membatasi jenis makanan tertentu justru menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas istirahat.
Gangguan tidur sering kali dipicu oleh pola makan yang tidak teratur di tengah rutinitas yang padat seperti kebiasaan mengonsumsi camilan atau makan berat sesaat sebelum tidur. Padahal agar bisa memasuki fase istirahat yang maksimal tubuh manusia memerlukan kondisi yang tenang dan stabil. Berbagai jenis kandungan mulai dari kafein hingga lemak jenuh tinggi diketahui menjadi pemicu utama rusaknya siklus tidur seseorang.
Pernik Ragam: Pilihan Makanan yang Harus Dihindari Agar Tidur Malam Lebih Nyenyak dan Berkualitas
Guna menjaga pola tidur yang sehat disarankan untuk menjauhi beberapa daftar makanan berikut ini setidaknya dua jam sebelum Anda beranjak ke tempat tidur.
Cokelat sering kali menjadi pilihan camilan malam yang populer namun kandungan kafein serta tambahan gula di dalamnya dapat merusak jadwal tidur Anda. Berdasarkan informasi dari Real Simple gula diketahui bisa memicu lonjakan energi dan ketidakstabilan kadar gula darah sementara kafein berperan dalam menunda munculnya rasa kantuk.
Meskipun kadar kafein dalam teh sekitar 50 hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan kopi banyak orang yang terkecoh dan menganggapnya sebagai minuman ringan yang aman. Faktanya kandungan ini tetap bekerja dengan cara menghambat adenosin yaitu zat kimia dalam otak yang bertugas memberikan sinyal kantuk sehingga tubuh Anda akan dipaksa tetap terjaga.
Hubungan antara konsumsi gula yang berlebih dengan kualitas tidur yang buruk telah dibuktikan melalui berbagai penelitian termasuk yang dirilis oleh Eat This Not That. Asupan manis dapat menyebabkan fluktuasi gula darah saat Anda tidur yang memicu kenaikan kadar kortisol sehingga Anda lebih sering terbangun di tengah malam.
Bahkan jika minuman bersoda yang Anda pilih tidak mengandung gula atau kafein minuman berkarbonasi tetap berpotensi mengganggu kenyamanan istirahat. Kandungan gas yang ada di dalamnya bisa menimbulkan rasa kembung dan begah pada perut yang membuat tubuh sulit merasa rileks saat posisi berbaring.
Keju serta berbagai produk olahan susu hasil fermentasi memiliki kandungan senyawa bernama tyramine. Zat ini dapat menstimulasi produksi hormon yang meningkatkan kewaspadaan otak secara berlebihan sehingga proses timbulnya rasa kantuk menjadi terhambat.
Kelompok buah sitrun seperti jeruk nipis lemon dan jeruk bali memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi sehingga berisiko memicu refluks asam lambung. Selain itu sifat diuretik pada buah-buahan ini akan merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil yang secara otomatis mengganggu keberlanjutan tidur Anda sepanjang malam.
Alkohol sering kali disalahpahami sebagai sarana untuk mempercepat kantuk padahal kenyataannya minuman ini justru merusak struktur tidur yang alami. Mengonsumsi alkohol sebelum tidur hanya akan membuat siklus istirahat menjadi berantakan dan menyebabkan Anda terbangun berkali-kali dalam kondisi yang tidak segar.
Sensasi terbakar di dada atau refluks asam sering kali dipicu oleh konsumsi makanan pedas sebelum waktu istirahat. Jika sistem pencernaan terganggu tubuh akan kesulitan mencapai kondisi nyaman yang sangat diperlukan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak.
Es krim merupakan perpaduan antara lemak jenuh dan gula tinggi yang dapat memperlambat kinerja sistem pencernaan serta meningkatkan risiko insomnia. Makanan dengan kandungan lemak yang pekat seperti ini telah lama dikaitkan dengan tingginya gejala kesulitan tidur pada banyak orang.
Mengganti asupan malam hari dengan nutrisi yang lebih tepat seperti magnesium melatonin dan triptofan bisa menjadi solusi cerdas untuk mengatasi masalah sulit tidur. Sebagai alternatif yang lebih sehat Anda bisa memilih kacang-kacangan pisang oatmeal atau buah ceri yang jauh lebih ramah terhadap siklus tidur. Selain jenis makanannya waktu makan juga sangat menentukan sehingga sangat ideal jika Anda menyelesaikan makan besar setidaknya dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur tiba.(*/cnni)


