Jakarta, SeputarSumut — Tiga unit kapal dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) telah dikerahkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara guna membantu tim SAR dalam mengevakuasi para penumpang Kapal Motor (KM) Intim Teratai yang kandas di perairan Pulau Makian, Halmahera Selatan. Armada yang diterjunkan tersebut meliputi kapal Wibisana BKO Mabes, KPC Kie Besi, serta kapal SBU.
Kombes Pol. Azhari Juanda selaku Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Maluku Utara melalui Kasubdit Gakkum Kompol. Riki Arinanda mengonfirmasi perihal pengerahan bantuan tersebut saat dihubungi pada Selasa, 14 Februari 2026.
Lintas Nasional: Polda Malut Terjunkan Tiga Kapal Evakuasi Penumpang
Kapal SBU telah melaksanakan evakuasi tahap pertama terhadap seorang penumpang bernama Nabila Mahmud (33 tahun) yang segera dilarikan ke Kota Ternate akibat mengalami sesak napas.
“Korban yang mengalami gangguan pernapasan langsung kami bawa ke Ternate pada proses evakuasi awal tersebut,” jelas Riki.
Penyelamatan berlanjut dengan pengerahan kapal Kie Besi yang mengangkut sejumlah penumpang ke Ternate, termasuk mereka yang mengalami cedera patah tulang tangan dan seorang penumpang yang sedang hamil. Para korban yang mendapatkan penanganan medis segera tersebut diidentifikasi sebagai Harita (33 tahun), Ayu Maniku (26 tahun), Rindu Moune, dan Mardiana (75 tahun).
“Beberapa orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit sudah kami evakuasi ke Ternate, sementara penumpang lainnya dipastikan selamat dan masih dalam proses penanganan oleh tim SAR gabungan,” tambahnya.
Insiden ini bermula saat KM Intim Teratai dilaporkan mengalami kandas di kawasan perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Selasa (17/2/2026) dini hari.
Pelayaran tersebut dimulai dari Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, pada 16 Februari 2026 pukul 21.00 WIT dengan rute menuju Bastiong, Kota Ternate.
Cuaca buruk berupa hantaman gelombang tinggi menjadi penyebab kapal tersebut akhirnya kandas di perairan Pulau Makian sekitar pukul 04.45 WIT dini hari.
Tercatat sebanyak 144 orang berada di atas dek KM Intim Teratai ketika kapal tersebut menghantam karang hingga mengalami kondisi karam di perairan tersebut.
“Berdasarkan catatan manifes resmi, petugas mendata ada sebanyak 144 penumpang yang berada di dalam kapal tersebut,” tutur Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, pada Selasa (17/2).
Iwan juga memberikan kepastian bahwa seluruh penumpang berhasil selamat setelah dievakuasi menuju Pantai Desa Sabale dengan memanfaatkan sekoci milik KM Intim Teratai.
Kapal cepat itu awalnya bertolak dari Pelabuhan Babang dengan target tiba di Pelabuhan Bastiong, Ternate, pada perjalanan yang dimulai Senin (16/2) malam.
Namun, hantaman ombak besar di tengah laut mengakibatkan posisi badan kapal menjadi miring dan akhirnya kandas pada Selasa (17/2) dini hari.
Lokasi kecelakaan laut ini secara geografis terdeteksi pada titik koordinat 0°20’58.00″N / 127°21’24.00″E, atau sekitar 24,66 mil laut dari wilayah Kota Ternate.
Suasana di atas kapal sempat mencekam ketika para penumpang yang panik berupaya menyelamatkan diri dengan mencari pelampung dan melompat ke laut untuk berenang menuju area pantai saat kapal mulai miring.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, menegaskan bahwa sesaat setelah laporan masuk, Tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan KN SAR Pandudewanata untuk menuntaskan operasi evakuasi.(*/rri/cnni)


