seputar-Medan | Menjelang arus mudik lebaran, sejumlah kepolisian resor (Polres) di jajaran Polda Sumut melakukan patroli ke stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengantisipasi terjadinya praktik curang pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang merugikan konsumen.
Misalnya pihak SPBU mencampur BBM dengan air untuk meraup keuntungan lebih besar, seperti yang terjadi dan viral di beberapa daerah di tanah air belakangan ini. Praktik culas SPBU itu dinilai sangat merugikan konsumen. Terlebih BBM bercampur air juga dapat merusak kendaraan konsumen.
Berita Ekonomi: Polres-Polres di Sumut Patroli ke SPBU, Cegah Praktik Curang Pengisian BBM
Selain mengecek ketersediaan BBM dan keakurasian alat ukur takar timbang dan peralatan (UTTP) di SPBU, patroli yang dilakukan Polres Sibolga, Polres Tanjungbalai, Polres Pematang Siantar, Polres Mandailing Natal (Madina), dan sejumlah Polres jajaran Polda Sumut lainnya ke SPBU-SPBU ini juga untuk memastikan masyarakat terlayani SPBU dengan baik.
Kapolres Sibolga AKBP Achmad Fauzy mengungkapkan pengecekan ke SPBU-SPBU ini dilakukan untuk mencegah kecurangan SPBU yang terjadi di daerah-daerah lain tidak terjadi di wilayah Sibolga.
“Tentunya kita harus melakukan antisipasi sebelum adanya temuan kecurangan. Jika ditemukan, pastinya akan kita tindak secara hukum,” tegas Fauzy, Sabtu (30/3/2024).
Fauzy mengatakan patroli ke seluruh SPBU di Kota Sibolga ini juga untuk memastikan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Terlebih saat berlangsung arus mudik lebaran dalam waktu dekat.
“Kami juga mengimbau kepada pengusaha SPBU agar tidak melakukan kecurangan. Tentunya patroli ini dilakukan dengan cara dialogis ke SPBU untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas,” katanya.
Di wilayah hukum Polres Tanjungbalai, pengecekan dilakukan terhadap lima SPBU pada Jumat (29/3/2024) malam dipimpin Kabagops Polres Tanjungbalai Kompol MP Pardede didampingi Kepala Tata Usaha Metropologi Legal Disperindag Kota Tanjungbalai Nazrianah Bugis.
“Pemeriksaan dilaksanakan merupakan langkah awal untuk mengontrol semua SPBU yang berada di wilayah hukum Polres Tanjungbalai untuk memastikan BBM di SPBU tidak tercampur air ataupun zat lainnya,“ katanya.
Selain mengecek stok BBM, petugas juga memeriksa ketepatan takaran pada masing-masing mesin pompa di SPBU serta mengecek ada-tidaknya BBM tercampur air.
“Dari hasil pengecekan kami tidak menemukan kecurangan dalam pendistribusian BBM di SPBU kepada masyarakat,“ jelasnya.
Di wilayah Pematang Siantar, personel Polres dan Polsek jajaran juga melakukan patroli ke sejumlah SPBU, Sabtu (30/3).
Kapolres Pematang Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan patroli yang dilakukan ke SPBU-SPBU, selain untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, juga untuk mencegah terjadinya praktik curang SPBU yang dapat merugikan masyarakat,
“Anggota di lapangan juga mengimbau kepada pengusaha SPBU agar menjaga ketersediaan BBM jelang Hari Raya Idul Fitri dan tidak melakukan praktik curang. Kami tidak segan-segan memberikan sanksi yang tegas kepada SPBU jika ditemukan mencurangi konsumen atau melakukan hal-hal lain yang melanggar peraturan,” tegasnya.

Sementara itu patroli serupa ke SPBU-SPBU juga dilakukan Polres Madina dan Polsek jajaran.
Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh meminta seluruh Polsek di jajarannya mengecek seluruh SPBU di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi kejadian viral di sejumlah daerah lain di mana SPBU mencampur BBM dengan air demi meraup untung besar, tidak sampai terjadi di wilayah Madina.
“Saya meminta jajaran melakukan patroli serta pengecekan ke seluruh SPBU di wilayah masing-masing atas peristiwa yang viral di media tentang pencampuran BBM dengan air,” tegas Kapolres Madina saat pelaksanaan patroli blue light di sejumlah SPBU wilayah Kecamatan Panyabungan, Jumat (29/3/2024) malam.
“Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut maka saya harap segera dilakukan pengecekan,” terangnya.
Apalagi kata dia, saat ini menjelang arus mudik Lebaran. Pengendara harus diberikan kenyamanan dalam berkendara terutama masalah kendaraan harus siap pakai.
“Apabila BBM yang diisi tidak bagus, misalnya bercampur air, bisa mengakibatkan mudik jadi bermasalah alias kendaraan menjadi rusak,” tambahnya.
Untuk diketahu, sebelumnya viral salah satu SPBU di Kabupaten Bekasi terbukti melakukan kecurangan dengan cara mencampurkan Pertalite dengan air sehingga mengakibatkan banyak kendaraan konsumen yang mengalami mogok maupun rusak.
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menetapkan tiga orang dari pihak SPBU sebagai tersangka.
Selain itu, praktik curang SPBU juga terungkap di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Depok, di mana pihak SPBU mengubah warna BBM jenis Pertalite menjadi mirip Pertamax dan menjualnya dengan harga Pertamax. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dari empat SPBU curang tersebut. (red)


