Jakarta, SeputarSumut – Menghabiskan malam pergantian tahun bersama warga terdampak bencana, Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pengungsi banjir dan longsor di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, untuk bernyanyi bersama pada Rabu (31/12) malam.
Suasana di posko pengungsian menjadi hangat saat Prabowo menginisiasi sesi bernyanyi menjelang detik-detik pergantian tahun. Sebelum acara musik dimulai, Presiden lebih dulu memberikan sambutan singkat di hadapan warga yang telah berkumpul sejak sore hari.
Lintas Nasional: Prabowo Ajak Pengungsi Nyanyi di Malam Tahun Baru
Lagu nasional Tanah Airku menjadi pilihan utama yang dikumandangkan bersama untuk menyambut kedatangan tahun yang baru. “Oke, kita tiga menit lagi nih. Bagaimana coba kalau kita bersama-sama kita nyanyi Tanah Air Kita, ya,” ajak Prabowo kepada seluruh hadirin.
Antusiasme warga terlihat jelas saat mereka menyambut ajakan tersebut dengan penuh semangat. Ketika lagu Tanah Airku dinyanyikan, sejumlah pejabat pendamping turut maju ke depan, sementara Prabowo tampak merangkul dan memeluk anak-anak pengungsi yang berada di dekatnya.
Kebersamaan yang sederhana namun menyentuh hati berlanjut dengan lantunan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Warga yang hadir tampak larut dalam suasana, ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan untuk mengisi malam di lokasi pengungsian tersebut.
Sebelum sesi bernyanyi massal tersebut, rangkaian kegiatan malam tahun baru di lokasi pengungsian sebenarnya telah dimulai dengan acara nonton bareng. Warga dari berbagai lapisan usia berkumpul untuk menyambut kehadiran Presiden yang memilih hadir langsung di tengah mereka.
Tepat saat memasuki detik-detik awal tahun 2026, suasana berubah menjadi khidmat ketika Prabowo memanjatkan doa singkat. “Sudah masuk. Selamat Tahun Baru. Semoga Yang Maha Kuasa selalu memberi yang terbaik kepada kita semua,” ucapnya yang diamini oleh seluruh warga.
Momen emosional kembali terlihat setelah doa bersama, di mana Prabowo menyalami warga satu per satu dan kembali memberikan pelukan hangat kepada anak-anak di sana. Setelah itu, suasana kembali ceria dengan berkumandangnya lagu daerah Sinanggar Tullo yang dipimpin oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu.
Kemeriahan malam itu dilengkapi dengan berbagai lagu daerah Sumatera Utara lainnya yang dinyanyikan secara kolektif. Warga terus bernyanyi dan bertepuk tangan hingga tiba saatnya Presiden ke-8 RI tersebut bersiap untuk meninggalkan lokasi pengungsian.
Harapan dan doa terbaik mengiringi kepulangan sang Presiden saat beliau berpamitan dari atas kendaraannya. “Selamat jalan kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri, dan seluruh rombongan. Semoga sehat selalu. Selamat jalan, Pak Presiden, sehat-sehat sampai ke Jakarta,” seru pemandu acara mewakili suara hati para pengungsi.(*/cnni)


