Jakarta, SeputarSumut – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) memperkirakan lebih dari 5 juta orang akan menggunakan moda transportasi pesawat udara selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Secara spesifik, prediksi jumlah penumpang ini mencapai 5,04 juta orang, menandakan adanya kenaikan sebesar 7% dari angka tahun sebelumnya.
Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menyampaikan keterangan ini pada Minggu (16/11/2025), menggarisbawahi peningkatan minat masyarakat untuk bepergian. “Kami memperkirakan jumlah penumpang naik sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total lebih dari 5 juta penumpang untuk rute domestik dan internasional,” ujar Lukman.
Berita Ekonomi: Prediksi Kemenhub: 5 Juta Lebih Penumpang Terbang Saat Libur Nataru 2025
Lonjakan terbesar dalam persentase diperkirakan terjadi pada penerbangan internasional. Diperkirakan 1,15 juta orang akan melakukan perjalanan ke luar negeri di masa liburan Nataru, sebuah peningkatan signifikan sebesar 11% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk penerbangan domestik, jumlahnya diprediksi mencapai 3,89 juta orang. Angka ini merupakan bagian terbesar dari total 5 juta lebih penumpang, dengan perkiraan kenaikan sebesar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas lebih dari 5 juta orang yang diperkirakan akan terbang, Lukman memproyeksikan adanya kebutuhan armada pesawat yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan pihak Kemenhub, Indonesia memerlukan sekitar 326 pesawat yang siap beroperasi selama musim liburan Nataru. Kebutuhan ini mencakup 286 pesawat jet dan 40 pesawat propeller.
Meskipun demikian, total armada pesawat udara yang terdaftar di Indonesia saat ini tercatat sebanyak 560 unit. Dari jumlah tersebut, 366 pesawat berada dalam kondisi siap untuk beroperasi, sementara 194 unit lainnya sedang dalam proses perawatan. Maskapai dengan jumlah armada terbanyak saat ini meliputi Lion Air (97 unit), Wings Air (77 unit), dan Garuda Indonesia (81 unit).
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai upaya bersama operator penerbangan untuk meringankan beban biaya perjalanan masyarakat. Berbagai insentif akan diberikan untuk menekan tarif tiket pesawat selama periode Nataru, termasuk diskon PPN tiket kelas ekonomi, pengurangan biaya layanan bandara (airport service charges), dan penurunan harga avtur di 37 bandara terpilih.
Mengenai jadwal promosi tersebut, Lukman menjelaskan bahwa diskon tarif berlaku untuk pembelian tiket mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026. Periode penerbangan yang mendapatkan insentif ini adalah dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. “Semoga ini menjadi kado terbaik bagi para penumpang di musim liburan kali ini,” tutup Lukman.
Posko pemantauan Nataru akan dibuka oleh Kementerian Perhubungan mulai 18 Desember 2025 dan akan aktif hingga 4 Januari 2026. Posko ini akan berlokasi di Kantor Pusat Kemenhub, dengan tugas memantau secara intensif kegiatan di 257 bandara yang tersebar di seluruh Indonesia.
Puncak arus keberangkatan untuk perayaan Natal diprediksi kuat akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2025. Sebaliknya, arus balik terbesar saat perayaan tahun baru diperkirakan akan terjadi pada 3-4 Januari 2026.
Prediksi bandara yang akan menjadi titik tersibuk (hub) meliputi lima bandara utama, yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Ngurah Rai (Denpasar), Sultan Hasanuddin (Makassar), Kualanamu (Medan), dan Juanda (Surabaya). Untuk rute internasional, pergerakan penumpang tertinggi diproyeksikan akan terjadi dari dan menuju kota Singapura dan Kuala Lumpur.(*/dtk)


