Jakarta, SeputarSumut – Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perintah langsung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera mempercepat penanganan tanggap darurat pascabencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Instruksi Presiden dan Pengerahan Personel Gabungan
Lintas Nasional: Presiden Prabowo Perintahkan BNPB Percepat Penanganan Longsor Cilacap
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menyampaikan bahwa Presiden turut berduka atas bencana ini. “Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” ujar Budi Irawan dalam pernyataan yang dikutip Antara, Sabtu (15/11).
Dalam rapat koordinasi yang diadakan bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap, Budi memastikan bahwa sebanyak 512 personel petugas gabungan telah dikerahkan. Tim gabungan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan berbagai organisasi relawan lainnya.
Fokus Pencarian dan Peringatan Bencana Susulan
Untuk mempercepat proses pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, BNPB telah menambah jumlah alat berat menjadi delapan unit dan menurunkan anjing pelacak (K9).
Meskipun demikian, tim gabungan harus melakukan pencarian korban hilang dengan sangat hati-hati. Pasalnya, kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga ringan memperberat medan pencarian dan meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan.
BNPB juga mengimbau warga agar tetap berada dalam kondisi waspada. Peringatan ini dikeluarkan mengingat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih diperkirakan terjadi hingga Minggu (16/11). Kawasan cekungan Majenang diidentifikasi sebagai area yang sangat diwaspadai karena kerentanannya terhadap pergerakan tanah.
Dampak Longsor dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Bencana tanah longsor ini terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun sejumlah rumah warga yang berada di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
“Kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi melalui dapur umum dan pos kesehatan yang telah beroperasi melayani warga dan petugas SAR,” jelas Budi Irawan.
Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan usai kejadian, total korban jiwa yang tercatat adalah tiga orang, sementara 20 orang lainnya masih dalam proses pencarian.(*/cnni)


