Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Presiden Prancis Macron Ajak Dunia Bentuk Jalan Ketiga Hindari Hegemoni AS dan Tiongkok

Oleh Redaksi 15
Minggu, 5 April 2026
Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron.(Foto:AP)

Presiden Prancis Emmanuel Macron.(Foto:AP)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Kunjungan resmi Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Korea Selatan pada Jumat 3/4 diwarnai dengan seruan penting bagi komunitas internasional. Dalam kesempatan tersebut ia mendesak negara-negara di seluruh dunia agar tidak memposisikan diri sebagai bawahan Amerika Serikat maupun Tiongkok.

Tujuan utama kita saat ini menurut pandangan saya bukanlah menjadi pengikut dari dua kekuatan hegemonik tersebut. Kita tidak ingin berada di bawah dominasi Tiongkok dan di sisi lain kita juga tidak ingin terlalu berisiko menghadapi ketidakpastian kebijakan dari Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan Macron saat berdiskusi dengan para mahasiswa di Yonsei University Seoul sebagaimana dilaporkan TASS.

Dunia Internasional: Presiden Prancis Macron Ajak Dunia Bentuk Jalan Ketiga Hindari Hegemoni AS dan Tiongkok

Iklan Indako SeputarSumut

Langkah konkret yang ditawarkan Macron adalah mengajak negara-negara lain untuk mempererat persatuan dalam membangun koalisi mandiri. Ia menekankan pentingnya menciptakan poros kekuatan yang tidak melulu harus tunduk atau menggantungkan nasib pada pengaruh AS dan Tiongkok.

Konsep mengenai jalan ketiga bisa kita wujudkan melalui kesamaan agenda antara Korea Selatan dan Prancis dengan melibatkan negara-negara lain seperti Jepang India Brasil Australia Kanada serta negara-negara Eropa. Macron meyakini bahwa kolaborasi lintas negara ini mampu menjadi alternatif kekuatan global yang baru.

Tatanan internasional saat ini dinilai Macron mulai terancam oleh tindakan negara-negara yang sebenarnya memikul tanggung jawab besar termasuk Amerika Serikat. Kritik ini mencerminkan kekhawatiran Prancis terhadap stabilitas politik dunia yang kian tidak menentu.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Latar belakang munculnya desakan ini berakar dari perselisihan tajam antara Macron dengan Presiden AS Donald Trump. Ketegangan keduanya dipicu oleh perbedaan sikap mengenai keterlibatan dalam perang AS-Israel persoalan Iran hingga masa depan aliansi NATO.

Hubungan diplomatik kedua negara tersebut memanas setelah Prancis secara tegas menolak memberikan dukungan bagi AS dan Israel dalam konfrontasi militer melawan Iran. Sebagai bentuk sikap kerasnya Prancis bahkan melarang militer Amerika Serikat menggunakan pangkalan udara miliknya yang berada di kawasan tersebut.

Operasi militer atau tindakan pengeboman bukan merupakan solusi yang saya yakini dapat memperbaiki situasi saat itu. Pernyataan Macron ini menegaskan prinsip diplomasi Prancis yang lebih mengedepankan dialog ketimbang kekuatan senjata.

Posisi Prancis di kancah global saat ini juga dilaporkan semakin menjauh dari kebijakan AS. Negara tersebut dikabarkan bergabung bersama Rusia dan Tiongkok dalam menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang direncanakan untuk mengizinkan operasi militer guna membuka paksa Selat Hormuz.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com