Jakarta, SeputarSumut — Hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih kuat dari sebelumnya. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memberikan apresiasi tinggi terhadap Traktat Keamanan Bersama yang baru saja ditandatangani bersama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka pada Jumat (6/2).
Momen penandatanganan kesepakatan ini dipandang sebagai tonggak sejarah yang sangat krusial bagi kedua negara. Dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo, Albanese menyatakan kegembiraannya dapat meresmikan perjanjian tersebut secara langsung sebagai bentuk komitmen nyata antarbangsa.
Lintas Nasional: Puji Traktat Baru, Albanese: RI Teman Dekat
Langkah ini juga menjadi pengakuan bersama bahwa stabilitas di kawasan hanya bisa dicapai melalui aksi kolektif. PM Albanese menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan instrumen penting untuk mengamankan perdamaian serta menjadi cermin kedekatan hubungan diplomatik Australia dan Indonesia.
Jika menilik ke belakang, kesepakatan ini sebenarnya berdiri di atas fondasi kerja sama pertahanan yang telah terjalin selama tiga dekade melalui “Perjanjian Lombok”. Dengan adanya traktat baru ini, cakupan kerja sama keamanan dan pertahanan kedua negara mengalami perluasan yang sangat signifikan dibandingkan sebelumnya.
Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga mendapat sorotan khusus dalam pertemuan tersebut. Menurut Albanese, penandatanganan ini menjadi bukti kuatnya visi Presiden RI dalam mempromosikan keamanan, tidak hanya di tingkat regional, namun juga di kancah dunia.
Kedekatan secara geografis melalui perbatasan maritim yang panjang kini telah bertransformasi menjadi hubungan emosional yang lebih dalam. Meski secara alami kedua negara adalah mitra, Albanese menekankan bahwa melalui traktat terbaru ini, Australia dan Indonesia secara resmi telah menjadi “teman dekat”.
Sinergi pertahanan ini juga diperkuat dengan peluncuran berbagai inisiatif baru yang menunjukkan ambisi strategis kedua belah pihak. Sebagai bentuk kepercayaan, Albanese mengumumkan tawaran posisi baru bagi perwira senior Indonesia di dalam struktur Angkatan Pertahanan Australia.
Sebagai penutup, kerja sama di bidang peningkatan kapasitas militer juga menjadi fokus utama ke depan. Australia menyatakan kesiapannya untuk menyokong pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama serta memperluas program pertukaran pendidikan militer bagi personel dari kedua negara.(*/cnni)


