Jakarta, SeputarSumut — Tubuh akan merasa sangat tidak nyaman apabila mengalami peradangan pada apendiks atau yang lebih dikenal sebagai penyakit usus buntu. Agar terhindar dari kondisi medis ini, sangat penting bagi Anda untuk mulai menjauhi sejumlah kebiasaan buruk yang dapat memicu komplikasinya.
Sistem pencernaan manusia memiliki kaitan yang sangat erat dengan munculnya masalah pada usus buntu. Penyakit ini memiliki rentang target yang luas dan bisa menyerang siapa saja, namun secara statistik paling sering ditemukan pada individu dengan usia antara 10 hingga 30 tahun.
Pernik Ragam: Radang Usus Buntu Buat Tubuh Tidak Nyaman
Berdasarkan informasi dari Healthline, tanda-tanda awal peradangan pada usus buntu sering kali dimulai dengan gejala yang tergolong ringan. Meski demikian, beberapa pasien berisiko mengalami kondisi yang lebih serius atau usus buntu kronis jika tidak segera ditangani.
Rasa mual, keinginan untuk muntah, hingga gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare merupakan rentetan gejala lain yang patut diwaspadai. Penderita juga sering kali merasakan perut yang membengkak, hilangnya nafsu makan, demam, hingga kesulitan untuk buang angin (kentut).
Kebiasaan Pemicu Usus Buntu
Penyebab dari radang usus buntu sering kali bersumber dari aktivitas harian yang dianggap sepele namun rutin dilakukan. Berikut adalah daftar kebiasaan yang wajib dihindari menurut berbagai sumber kesehatan guna mencegah risiko peradangan:
1. Sering Menahan Kentut
Jangan lagi menganggap remeh tindakan menahan buang angin karena faktor kesopanan di tempat umum. Kebiasaan menahan kentut yang dilakukan secara berulang ternyata berpotensi memicu terjadinya radang pada usus buntu.
2. Sering Menelan Makanan Berserta Bijinya
Mengkonsumsi buah-buahan tertentu tanpa membuang bijinya merupakan kebiasaan lain yang berbahaya bagi usus buntu. Biji-bijian yang tertelan dapat menghalangi lubang pembukaan apendiks dan memicu infeksi.
Dikutip dari Health, mayoritas benda asing yang tidak sengaja tertelan memang akan keluar secara alami melalui sistem pembuangan. Namun, dalam skenario yang jarang terjadi, benda kecil tersebut bisa terjebak di dalam usus buntu sehingga menyebabkan penyumbatan dan peradangan hebat.
3. Jarang Buang Air Besar (BAB)
Risiko penyumbatan usus buntu akan meningkat jika Anda jarang melakukan buang air besar, karena kotoran akan menumpuk dan mengeras di dalam usus. Menurut Cleveland Clinic, tumpukan feses tersebut menjadi sarang bakteri untuk berkembang biak secara tidak terkendali yang berujung pada peradangan.
4. Kurang Menjaga Kebersihan Tangan
Lupa mencuci tangan sebelum makan atau sesudah beraktivitas di luar ruangan dapat memberikan dampak buruk yang nyata bagi organ dalam. Tangan yang kotor berisiko membawa kuman serta telur cacing yang jika tertelan akan menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan radang usus buntu.
5. Mengonsumsi Daging Olahan Secara Berlebihan
Makanan praktis seperti kornet dan sosis dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan usus jika dikonsumsi terlalu sering. Produk daging olahan mengandung senyawa tertentu yang dapat memicu inflamasi pada usus buntu, bahkan meningkatkan risiko kanker pada area perut dan usus.
Demikianlah deretan kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan timbulnya radang usus buntu. Sangat disarankan untuk segera mengubah pola hidup tersebut sebelum kondisi kesehatan Anda memburuk.(*/cnni)


