Jakarta, SeputarSumut — Penurunan aktivitas fisik cenderung terjadi pada kebanyakan orang yang memasuki usia paruh baya. Munculnya kecenderungan tersebut dinilai wajar mengingat seiring dengan bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami lebih banyak keterbatasan, termasuk dalam hal kapasitas kekuatan untuk berolahraga.
Kendati demikian, momentum saat memasuki usia 50 tahun ke atas justru menuntut Anda untuk tetap aktif bergerak demi menjaga kebugaran tubuh.
Pernik Ragam: Ragam Pilihan Olahraga Terbaik untuk Lansia Usia 50 Tahun Ke Atas
Di samping itu, rutinitas berolahraga sanggup membantu proses pengendalian terhadap pelbagai gangguan masalah kesehatan yang kerap dialami oleh kelompok lansia, seperti serangan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga masalah diabetes.
Namun, skema olahraga yang diterapkan tentu tidak lagi disamakan dengan gaya orang yang masih berusia 20 atau 30 tahun. Pemilihan jenis olahraga terbaik untuk kelompok usia 50 tahun ke atas wajib ditimang dengan mempertimbangkan faktor keamanan serta risiko cedera yang jauh lebih rendah.
Rangkuman dari laman WebMD.com memaparkan beberapa jenis olahraga terbaik yang diperuntukkan bagi individu berusia 50 tahun ke atas.
Pilihan pertama jatuh pada aktivitas jalan kaki yang tergolong mudah untuk diaplikasikan oleh hampir semua kalangan. Kegiatan ini sanggup mendongkrak daya tahan tubuh sekaligus menyokong pemeliharaan kepadatan tulang agar tetap berada dalam kondisi sehat.
Eksekusi aktivitas ini dapat dilakoni kapan saja, baik di lingkungan sekitar rumah maupun area fasilitas olahraga. Kegiatan berjalan dalam kecepatan sedang selama kurun waktu 30 menit setiap harinya dinilai sudah memadai untuk mendatangkan manfaat bagi kesehatan.
Bagi individu yang menghendaki rutinitas olahraga dengan tingkat intensitas sedikit lebih tinggi, aktivitas joging dapat dijadikan sebagai opsi alternatif. Walakin, penerapannya wajib dieksekusi secara bertahap demi memberikan ruang bagi tubuh untuk beradaptasi.
Guna mencegah munculnya insiden cedera, penggunaan sepatu lari yang presisi sangat disarankan, diiringi dengan pemilihan permukaan pijakan yang lebih empuk seperti area rumput atau lintasan atletik untuk meminimalkan beban tekanan pada bagian persendian.
Opsi olahraga terbaik berikutnya untuk kelompok usia 50 tahun ke atas adalah latihan kekuatan. Pelaksanaan latihan kekuatan memegang peranan krusial untuk mempertahankan kapasitas fungsi serta kekuatan otot tubuh.
Variasi latihan ini dapat dieksekusi menggunakan alat dumbbell, resistance band, perangkat fitness, maupun mengandalkan tumpuan beban tubuh sendiri seperti gerakan push-up dan sit-up.
Manfaat dari latihan kekuatan tidak hanya terbatas pada peningkatkan massa otot, melainkan turut mempermudah mobilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti kegiatan mengangkat barang belanjaan atau menaiki serta menuruni anak tangga.
Aktivitas berenang masuk dalam kategori olahraga yang sangat ramah bagi persendian lantaran posisi tubuh mendapat topangan dari air. Kondisi tersebut menyebabkan tumpuan beban pada area lutut maupun pinggul menjadi jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan aktivitas olahraga di darat.
Olahraga renang memiliki kapasitas untuk melatih performa organ jantung dan paru-paru. Apabila dieksekusi secara konsisten, aktivitas ini juga membantu proses pembentukan kekuatan otot serta pembakaran kalori.
Aktivitas renang sangat direkomendasikan bagi individu yang memiliki riwayat kendala pada persendian.
Aktivitas yoga telah dikenal luas sanggup mendongkrak kelenturan tubuh. Di samping itu, yoga juga dipercaya mampu meningkatkan faktor keseimbangan serta kekuatan jaringan otot.
Alasannya, peragaan gerakan-gerakan yoga mampu memelihara kelenturan sendi serta meminimalkan tingkat kekakuan pada tubuh. Selain itu, pengerjaan teknik pernapasan sepanjang sesi yoga turut membantu proses penenangan pikiran.
Bagi Anda yang menguasai atau memiliki sepeda, tidak ada salahnya memanfaatkan sarana tersebut untuk berolahraga sesuai batas kemampuan.
Jika dieksekusi dengan tata cara yang benar, aktivitas bersepeda diyakini mampu melancarkan sirkulasi darah, memperkuat struktur otot paha dan pinggul, serta melatih tingkat keseimbangan tubuh.
Cabang olahraga raket seperti tenis atau padel dapat dijadikan opsi menarik untuk memelihara kebugaran pascamemasuki usia 50 tahun. Kombinasi gerakan memukul, berlari, serta mengubah arah pijakan dapat membantu mengasah koordinasi sekaligus daya tahan tubuh.
Lebih lanjut, cabang olahraga tenis ikut memberikan kontribusi positif dalam menjaga kondisi kesehatan tulang serta mendongkrak kadar kolesterol baik (HDL). Apabila terdapat keinginan untuk menurunkan intensitas permainan, opsi bermain dalam format ganda bersama rekan dapat dipilih agar rentetan aktivitas terasa lebih ringan.(*/cnni)

